Generasi Muda Hindu Berkarakter

Pemkot Surabaya Buka Utsawa Dharma Gita 2026

avatar pusaran.net

pusaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Kota Surabaya 2026 sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda Hindu sekaligus melestarikan sastra, seni, dan budaya keagamaan Hindu yang diwariskan secara turun-temurun.

Ajang yang diikuti 184 peserta tersebut menjadi wadah pembinaan pemahaman ajaran Hindu, pengembangan bakat generasi muda, serta penguatan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan yang harmonis.

Baca Juga: Wali Kota Eri Minta Investigasi dan Evaluasi Proyek Menyeluruh

Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Agung Dewa Ruci, Pura Segara Kenjeran, Minggu (14/6/2026), mengusung tema “Samawacana Sarwa Bhawa Ekatwa: Penguatan Literasi Ekoteologi Menuju Harmonisasi Kehidupan.” Tema tersebut mengajak umat Hindu memahami bahwa manusia, alam, dan Tuhan merupakan satu kesatuan yang harus dijaga keseimbangannya.

Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dedik Irianto mengatakan bahwa Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang perlombaan keagamaan, melainkan sarana memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Kitab Suci Weda.

“Utsawa Dharma Gita bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur dalam Kitab Suci Weda, melestarikan seni budaya dan sastra adiluhung bangsa, serta memperkuat harmonisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Dedik.

Menurutnya, nilai-nilai Dharma Gita menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, toleran, dan memiliki kepedulian sosial.

Dedik menegaskan bahwa pemahaman agama yang baik akan menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan beribadah maupun bermasyarakat. Pada saat yang sama, nilai-nilai tersebut berperan penting dalam memperkuat kerukunan, toleransi, dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

“Umat beragama yang memiliki pemahaman kuat terhadap ajaran agamanya akan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa. Semangat inilah yang ingin terus kita tumbuhkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Utsawa Dharma Gita sejalan dengan visi Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan. Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh dan siap menjadi motor penggerak pembangunan kota.

“Mari jadikan Utsawa Dharma Gita sebagai sarana memperkuat literasi keagamaan, meningkatkan toleransi, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Semoga kegiatan ini mampu mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang positif dan produktif,” tuturnya.

Pemkot Surabaya juga mengapresiasi meningkatnya jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini. Peningkatan tersebut dinilai menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda Hindu untuk mempelajari, melestarikan, dan mengamalkan nilai-nilai agama serta budaya leluhur.

Baca Juga: Perbakin Surabaya Nonaktifkan Terduga Pelecehan Atlet

“Utsawa Dharma Gita merupakan ajang berjenjang dari tingkat kota hingga nasional. Kami berharap peserta terbaik Surabaya dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama kota di tingkat yang lebih tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Utsawa Dharma Gita 2026, Kolonel (Purn) I Made Sueca, mengatakan antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembinaan generasi muda Hindu di Surabaya.

“Tahun ini tercatat sebanyak 184 peserta mengikuti 10 cabang lomba utama. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda Hindu Surabaya semakin antusias mempelajari, melestarikan, dan mengembangkan Dharma Gita,” ujarnya I Made Sueca.

Menurutnya, Utsawa Dharma Gita merupakan wadah pembinaan umat Hindu melalui pendalaman ajaran Weda sekaligus pelestarian seni, sastra, dan budaya Hindu yang diwariskan secara turun-temurun. Tahun ini peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari membaca sloka, palawakya, kakawin, nyanyian keagamaan Hindu, dharmawacana berbahasa Indonesia dan Inggris, dharmawiwada atau debat keagamaan Hindu, menghafal sloka, dharmacarita (seni bercerita budaya keagamaan Hindu), hingga tembang macapat.

“Para peserta terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan untuk mewakili Kota Surabaya pada Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, mereka berpeluang melaju ke tingkat nasional dan membawa nama Surabaya di ajang yang lebih tinggi,” jelasnya.

Kegiatan Utsawa Dharma Gita 2026 mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui Pemkot Surabaya. Dukungan tersebut melengkapi partisipasi umat Hindu, para dermawan, dan dunia usaha dalam menyukseskan ajang pembinaan generasi muda Hindu yang digelar di Kota Surabaya.

Baca Juga: Bidik Piala Presiden, Reog Surabaya Siap Berlaga di FNRP 2026

“Perhatian Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terhadap pembinaan generasi muda dan pengembangan kehidupan keagamaan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan positif bagi umat Hindu. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada beliau dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Utsawa Dharma Gita 2026,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kota Surabaya, I Nyoman Sukantra, menambahkan bahwa Utsawa Dharma Gita merupakan sarana strategis untuk mengembangkan potensi generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai kebajikan.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat dan mengembangkan potensi generasi muda dalam memahami, menghayati, serta melestarikan ajaran agama Hindu. Lebih dari sekadar perlombaan, Utsawa Dharma Gita adalah sarana pembinaan karakter,” kata Sukantra.

Ia berharap Utsawa Dharma Gita terus melahirkan generasi muda Hindu yang cerdas, berkarakter, berbudi luhur, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Melalui Dharma Gita dan pendalaman ajaran Weda, generasi muda dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mencintai budaya bangsa, serta memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (pn2)

Berita Terbaru