2.000 Pelari Ramaikan SIER Mangrove Eco Run 3.0

avatar pusaran.net

pusaran.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan lingkungan, melalui penyelenggaraan SIER Mangrove Eco Run 3.0 yang digelar di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Minggu (26/7/2026).

Ajang kolaborasi bersama antara SIER yang juga anggota Holding BUMN Danareksa dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya ini diikuti sekitar 2.000 peserta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca Juga: SIER Perkuat Sinergi dengan Pemkot, Pacu Riset dan Inovasi Lingkungan

Antusiasme peserta semakin terasa dengan hadirnya kategori baru, yakni 3K dan 5K. Untuk yang 5K mengusung konsep trail run untuk pertama kalinya. Para pelari diajak menyusuri lintasan unik yang membelah pematang tambak serta kawasan hutan mangrove, menghadirkan pengalaman olahraga yang berpadu dengan keindahan alam.

Turut hadir dalam acara tersebut Komisaris PT SIER Arif Budi Santoso dan Indra Nur Fauzi, Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar; Direktur Kelembagaan Ahmad Fahrudin; Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jefri Ikhwan Ma'arif serta Direktur Operasi Yohanes Deddy Setiawan.

Rizka dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 PT SIER. Keterlibatan SIER dalam kegiatan ini berawal dari inisiatif Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang menggagas Mangrove Eco Run sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.

“Ekosistem lingkungan menjadi hal yang sangat penting bagi kawasan industri seperti SIER, karena aktivitas industri tidak bisa dilepaskan dari isu-isu lingkungan. Karena itu, kami melihat ini sebagai peluang untuk menunjukkan dukungan nyata terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Rizka.

Menurutnya, partisipasi SIER dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi kawasan industri dalam mendukung penguatan ekosistem lingkungan berbasis kolaborasi. Hal ini sekaligus menjadi alasan penggunaan nama SIER Mangrove Eco Run dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Rizka menegaskan bahwa dukungan SIER tidak hanya terbatas pada aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan riset, teknologi, dan inovasi. Ia menilai peran BRIDA sebagai pelopor riset dan inovasi di Kota Surabaya sangat strategis, terlebih dengan dukungan penuh dari Wali Kota Surabaya dalam mendorong pengembangan teknologi berbasis lingkungan.

Baca Juga: Kursi Diduga Hendak Dijual Rombeng, Pemilik Diamankan ke Polsek Gubeng

“Kolaborasi antara ekosistem lingkungan dengan riset dan inovasi akan menjadi daya dorong penting dalam mewujudkan sustainability. Kami percaya, sinergi ini akan memperkuat upaya menjaga keberlangsungan lingkungan sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, lanjut Rizka, SIER menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan, sekaligus memperkuat peran kawasan industri sebagai bagian dari solusi dalam pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, antusiasme peserta menjadi indikator bahwa masyarakat menyambut positif konsep Trail Run yang menawarkan pengalaman berbeda dari ajang lari pada umumnya.

"Alhamdulillah, 2.000 peserta hadir mengikuti kegiatan ini. Untuk kategori Trail Runyang baru pertama kali digelar, respons masyarakat sangat positif. Lebih dari 500 peserta langsung berpartisipasi di kategori tersebut. Ini menunjukkan masyarakat Surabaya antusias mencoba pengalaman berlari dengan konsep yang berbeda," kata Agus.

Baca Juga: Satgas Anti Premanisme Sisir Manukan, Jukir Diamankan

Ia menjelaskan, Trail Run di Mangrove Eco Run menghadirkan sensasi berlari di lintasan alami yang belum pernah ada di Surabaya. Para peserta diajak melintasi jalur tanah, pematang tambak, hingga kawasan hutan mangrove, berbeda dengan event lari yang selama ini didominasi lintasan jalan raya.

"Dari beberapa peserta yang saya ajak berbincang, banyak yang mengaku penasaran ingin mencoba lintasan Trail Run yang baru ini. Setelah mencobanya, respons mereka sangat positif karena selama ini event lari di Surabaya hampir semuanya menggunakan jalan raya," ujarnya.

Menurut Agus, penyelenggaraan tahun ini juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Jumlah peserta meningkat dari sekitar 1.500 orang pada tahun lalu menjadi sekitar 2.000 peserta pada tahun ini. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi panitia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada penyelenggaraan berikutnya.

"Kami akan terus menyempurnakan manajemen kedatangan peserta, termasuk sistem shuttle menuju lokasi, agar seiring dengan meningkatnya jumlah peserta, seluruh layanan juga semakin nyaman dan efisien," tandasnya. (pn3)

Berita Terbaru