<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>pusaran.net - Dinamis dan aktual</title>
                <atom:link href="https://pusaran.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://pusaran.net/</link>
                <description>Pusaran.net adalah media yang memberitakan topik politik pemerintahan, peristiwa nasional dan daerah serta menyajikan berita hiburan untuk Anda</description>
                <lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2026 20:52:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://pusaran.net/</generator>
                <image>
                    <url>https://static.pusaran.net/po-content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>pusaran.net - Dinamis dan aktual</title>
                    <link>https://pusaran.net/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Digitalisasi Parkir Tepat Waktu Dan Transparan]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9243-pemkot-surabaya-tegaskan-komitmen-digitalisasi-parkir-tepat-waktu-dan-transparan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9243-pemkot-surabaya-tegaskan-komitmen-digitalisasi-parkir-tepat-waktu-dan-transparan</guid>
                    <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:52:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[pusaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmen transparansi dan modernisasi layanan publik melalui akselerasi program digitalisasi]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmen transparansi dan modernisasi layanan publik melalui akselerasi program digitalisasi parkir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memastikan bahwa seluruh sistem pembayaran non tunai, baik QRIS maupun voucher, dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menjamin kepastian hak para juru parkir (jukir).</p>
<p>Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan bahwa penerapan digitalisasi parkir berjalan sesuai koridor serta berlandaskan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali). Langkah ini diambil untuk merespons aspirasi warga Kota Pahlawan yang menginginkan tata kelola perparkiran yang lebih modern, tertib, dan akuntabel.</p>
<p>&ldquo;Kami menjalankan apa yang diinginkan oleh warga Kota Surabaya. Format terbaik yang kami wujudkan adalah melalui digitalisasi parkir dengan handphone, QRIS, maupun voucher parkir," ujar Trio Wahyu, Selasa (1/9/2026).</p>
<p>Trio menegaskan, mengenai sistem pembayaran bagi hasil jukir sudah didukung &nbsp;dengan sistem digitalisasi yang didukung oleh tim IT. Ia juga menjamin pencairan hak jukir secara efisien dan tepat waktu, bagi hasil sebesar 40 persen untuk jukir dipastikan masuk paling lambat dalam kurun waktu 1 x 24 jam.</p>
<p>&ldquo;Skema 40 persen bagi hasil pendapatan parkir diterimakan langsung kepada jukir paling lambat 24 jam (H+1). Kami menjamin transaksi non tunai dan penukaran voucher terdata secara real-time dan transparan,&rdquo; kata Trio.</p>
<p>Trio menegaskan bahwa adanya voucher parkir untuk mengakomodasi masyarakat yang belum memiliki pembayaran digital, sekaligus mencegah adanya penarikan tunai tanpa tanda bukti resmi.</p>
<p>&ldquo;Kami juga bekerjasama dengan Perangkat Daerah (PD) pengampu, kecamatan, hingga kelurahan untuk mengawasi operasional di lapangan,&rdquo; imbuhnya.</p>
<p>Untuk menyempurnakan sistem voucher parkir, Dishub Surabaya saat ini sedang mengintegrasikan aplikasi pencatatan keluar-masuk voucher yang mengacu pada sistem Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sistem digital terpadu ini ditargetkan rampung dan siap diaplikasikan dalam waktu satu minggu.</p>
<p>"Kami terus melakukan perbaikan. Ke depan, pengeluaran voucher akan terdata penuh lewat aplikasi agar arsip dan lalu lintas pencatatannya semakin rapi. Jika ada oknum jukir atau petugas di lapangan yang tidak tertib aturan, kami tak segan memberikan sanksi tegas," tegas Trio.</p>
<p>Terakhir, ia mengimbau kepada seluruh warga dan mitra juru parkir untuk terus mendukung upaya digitalisasi ini demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan fasilitas publik di Kota Surabaya.</p>
<p>&ldquo;Kami akan terus memperbaiki dan menyempurnakan sistem parkir digital. Oleh karena itu, kami meminta dukungan masyarakat untuk membayar secara digital juga,&rdquo; pungkasnya. (pn2)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202609/kepala-dishub-kota-surabaya-trio-wahyu-bowo-1.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Digitalisasi Parkir Tepat Waktu Dan Transparan]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir untuk Pertama Kalinya]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9242-koleksi-baru-kbs-kura-kura-aldabra-raksasa-hadir-untuk-pertama-kalinya</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9242-koleksi-baru-kbs-kura-kura-aldabra-raksasa-hadir-untuk-pertama-kalinya</guid>
                    <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:48:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[pusaran.net - Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk pertama kalinya menghadirkan kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) sebagai koleksi satwa baru. Empat]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk pertama kalinya menghadirkan kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) sebagai koleksi satwa baru. Empat kura-kura raksasa yang terdiri atas satu jantan dan tiga betina tersebut didatangkan dari Jepang dan kini dapat dilihat langsung oleh pengunjung KBS.</p>
<p>Kehadiran kura-kura Aldabra menjadi koleksi perdana bagi KBS sejak berdiri. Satwa asal Atol Aldabra, Seychelles, ini dikenal sebagai salah satu kura-kura darat terbesar di dunia setelah kura-kura Galapagos. Ukurannya dapat mencapai sekitar satu meter dengan bobot lebih dari 100 kilogram.</p>
<p>Direktur Operasional KBS Nurika Widyasanti mengatakan, kehadiran Aldabra menjadi momen penting karena sebelumnya KBS belum pernah memiliki satwa jenis tersebut.</p>
<p>&ldquo;Selama KBS berdiri, kami belum pernah memiliki kura-kura Aldabra. Ini merupakan pertama kalinya kami mendatangkan satwa jenis tersebut,&rdquo; kata Nurika, Selasa (1/9/2026).</p>
<p>Empat kura-kura tersebut memiliki ukuran yang cukup besar. Kura-kura jantan memiliki bobot sekitar 109 kilogram, sedangkan tiga betina masing-masing memiliki bobot sekitar 80 hingga 90 kilogram. Dari sisi usia, kura-kura jantan diperkirakan berusia sekitar 40 tahun, sementara tiga betina berusia antara 25 hingga 30 tahun.</p>
<p>Selain berukuran besar, Aldabra juga dikenal sebagai satwa berumur panjang. Dalam kondisi tertentu, kura-kura ini dapat hidup lebih dari 100 tahun. Karakteristik tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung untuk mengenal lebih jauh satwa yang selama ini belum menjadi bagian dari koleksi KBS.</p>
<p>Nurika mengatakan, penambahan koleksi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik baru bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat fungsi KBS sebagai lembaga konservasi dan edukasi.</p>
<p>&ldquo;Kehadiran kura-kura Aldabra ini diharapkan menjadi tambahan daya tarik bagi pengunjung sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai satwa dan konservasi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Keempat kura-kura Aldabra tersebut didatangkan melalui kerja sama KBS dengan iZoo, Shizuoka, Jepang. Sebelum diperkenalkan kepada publik, satwa terlebih dahulu menjalani proses habituasi dan karantina.</p>
<p>&ldquo;Kura-kura tersebut tiba di Indonesia pada pertengahan Juli 2026 dan kemudian menjalani karantina di KBS. Setelah seluruh proses selesai dan dinyatakan siap, keempatnya baru diperkenalkan kepada pengunjung,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Kehadiran Aldabra ini menjadi bagian awal dari tindak lanjut kerja sama KBS dengan iZoo. Ke depan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendatangkan sejumlah satwa lain dari Jepang, di antaranya monyet Jepang, jerapah, hingga panda merah.</p>
<p>&ldquo;Hadirnya kura-kura Aldabra bukan sekadar menambah daftar koleksi. Satwa tersebut menjadi wajah baru koleksi KBS sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat Surabaya untuk mengenal secara langsung salah satu kura-kura darat terbesar di dunia,&rdquo; pungkasnya. (pn1)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202609/kura-kura-aldabra-kbs-2.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir untuk Pertama Kalinya]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Hiburan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Golkar Jatim Syukuri Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Ali Mufthi: NU Harus Makin Bermanfaat]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9241-golkar-jatim-syukuri-gus-kikin-jadi-ketum-pbnu-ali-mufthi-nu-harus-makin-bermanfaat</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9241-golkar-jatim-syukuri-gus-kikin-jadi-ketum-pbnu-ali-mufthi-nu-harus-makin-bermanfaat</guid>
                    <pubDate>Mon, 31 Aug 2026 22:26:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA["Kami tasyakuran atas terselenggaranya Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 dengan lancar, aman, kondusif dan tertib."ujar Ali]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menggelar tasyakuran atas terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.</p>
<p>Tasyakuran digelar Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi bersama jajaran pengurus di Rumah Kuning, Jalan Darmokali, Surabaya, Senin (31/8/ 2026) malam.</p>
<p>Ali mengatakan, tasyakuran tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas terpilihnya Gus Kikin. Menurut dia, momentum tersebut juga menjadi refleksi atas pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang berlangsung di tengah dinamika organisasi.</p>
<p>"Kami tasyakuran atas terselenggaranya Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 dengan lancar, aman, kondusif dan tertib. Memang ada dinamika, tetapi tetap terkendali. Itulah demokrasi," ujar Ali.</p>
<p>Menurut Ali, terpilihnya Gus Kikin memiliki makna tersendiri bagi Jawa Timur. Pasalnya, Gus Kikin merupakan tokoh yang memiliki akar kuat di provinsi tersebut.</p>
<p>Ia menyebut Gus Kikin lahir, tumbuh, dan berkembang di Jawa Timur sebelum akhirnya dipercaya memimpin organisasi yang memiliki peran besar dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan Indonesia.</p>
<p>"Yang terpilih ini adalah tokoh yang lahir di Jawa Timur, tumbuh dan berkembang di Jawa Timur, serta mendewasakan diri di Jawa Timur. Sekarang menjadi nahkoda sebuah organisasi terbesar di Indonesia," katanya.</p>
<p>Ali berharap amanah yang diberikan kepada Gus Kikin dapat dijalankan dengan baik dan membawa manfaat lebih luas, tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.</p>
<p>"Mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan, keberkahan, keselamatan, kebahagiaan dan kegembiraan kepada beliau dalam mengelola organisasi Islam terbesar di Indonesia ini," ucapnya.</p>
<p><br />Ali berharap kepemimpinan baru PBNU dapat memperkuat peran NU dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, NU memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Indonesia.</p>
<p>Oleh karena itu, kontribusi organisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada persoalan internal jamiyah, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat luas. "Bagaimana Nahdlatul Ulama ini bisa memberikan kontribusi dan kemanfaatan kepada bangsa Indonesia. Tidak hanya kepada Nahdlatul Ulama dan warga NU, tetapi kepada seluruh bangsa Indonesia," kata Ali.</p>
<p>Ia menilai persoalan ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian. Menurut Ali, masih banyak warga NU yang membutuhkan penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.</p>
<p>Karena itu, ia berharap NU di bawah kepemimpinan Gus Kikin dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ali juga menekankan pentingnya nilai keadilan, keamanan, persatuan, dan kebaikan dalam menjalankan roda organisasi.</p>
<p>"Al-adlu bagaimana mewujudkan keadilan. Al-amin bagaimana menjaga keamanan. Al-ikhlas menjaga persatuan dan al-ihsan membawa kebaikan-kebaikan kepada bangsa Indonesia," ujarnya.</p>
<p><img src="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/img20260831203922.jpg" alt="" width="100%" height="auto" /></p>
<p>Ali juga mendorong terbangunnya kolaborasi konstruktif antara NU dan pemerintah. Menurut dia, kerja sama tersebut diperlukan agar berbagai program sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak yang lebih besar.</p>
<p>Namun, Ali mengingatkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah tidak harus mengurangi independensi NU sebagai organisasi kemasyarakatan. "Kolaborasi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah itu sesuatu yang sangat bagus. NU bisa mewujudkan kemaslahatan kalau ada kolaborasi. Kolaborasi itu tidak harus menghilangkan independensi," tegasnya.</p>
<p>Ia melihat penguatan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi dapat menjadi salah satu ruang kolaborasi antara pemerintah, NU, dunia usaha, dan masyarakat. Bagi Ali, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kepemimpinan yang kuat sekaligus kemampuan membangun kerja sama lintas kelompok.</p>
<p>"Kita membutuhkan leadership yang kuat dan kolaborasi yang kuat. Ini perjuangan kita semua," katanya.</p>
<p><br />Menurut Ali, kepemimpinan Gus Kikin ke depan memiliki tantangan besar. Selain menjaga soliditas internal NU, kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai keagamaan ke dalam kerja nyata yang menjawab persoalan masyarakat.</p>
<p>Ali berharap terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat persatuan. Ia mengajak seluruh pihak menghormati hasil Muktamar NU ke-35 dan memberikan kesempatan kepada kepengurusan baru untuk menjalankan amanah organisasi.</p>
<p>"Kita berharap kepemimpinan baru PBNU dapat membawa NU semakin kuat, mandiri, keberkahan dan kebaikan yang didapat para ulama dan kiai kita juga mengalir kepada kita semua, kepada Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya," pungkas Ali. (pn2)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/img-20260831-wa0038.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Golkar Jatim Syukuri Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Ali Mufthi: NU Harus Makin Bermanfaat]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketum PBNU, Sekjen Golkar Sampaikan Harapan ini]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9240-gus-kikin-terpilih-sebagai-ketum-pbnu-sekjen-golkar-sampaikan-harapan-ini</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9240-gus-kikin-terpilih-sebagai-ketum-pbnu-sekjen-golkar-sampaikan-harapan-ini</guid>
                    <pubDate>Mon, 31 Aug 2026 20:03:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[pusaran.net - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah memilih Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru yakni KH Abdul Hakim Mahfudz]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah memilih Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru yakni KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam periode 2026-2031.</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menyampaikan selamat kepada Kiai Miftach dan Gus Kikin. Tak lupa Sarmuji menyampaikan berbagai harapan besar warga Nahdliyin kepada pemimpin baru PBNU.</p>
<p>"Tentunya kami menyampaikan selamat kepada Kiai Miftach dan Gus Kikin. Kami yakin Kiai Miftach dan Gus Kikin bisa membawa NU untuk terus menjaga persatuan bangsa," kata Sarmuji dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).</p>
<p>Sarmuji mengatakan pemimpin PBNU yang baru mempunyai tugas untuk kembali menyatukan berbagai faksi akibat Muktamar. Ia yakin Gus Kikin bisa menjadi sosok yang menjadi jembatan berbagai kelompok di PBNU.</p>
<p>"Kami yakin Gus Kikin bisa menjadi sosok yang akomodatif, merangkul semua kelompok di PBNU yang mungkin sempat memanas karena Muktamar," jelasnya.</p>
<p>"Kami mengenal sosok Gus Kikin sangat bijaksana, teladan yang bisa membawa NU guyub, adem bagi semuanya," tambahnya.</p>
<p>Sarmuji yakin di bawah kepemimpinan Gus Kikin, PBNU akan menjadi rumah besar umat yang teduh dan bisa menjadi harapan baru bagi warga Nahdliyin dalam menjaga NKRI.</p>
<p>"Saya berharap NU terus menjadi kabar gembira bagi bangsa Indonesia dan &nbsp;warga Nahdliyin bisa bangga menjadi anggotanya," ungkapnya.</p>
<p>"Juga PBNU akan terus menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat kecintaan pada NKRI," tandasnya. (pn2).</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/img-20260831-wa0033.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketum PBNU, Sekjen Golkar Sampaikan Harapan ini]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Eri Cahyadi Soroti Dugaan Setoran Tunai Jukir di Surabaya]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9239-eri-cahyadi-soroti-dugaan-setoran-tunai-jukir-di-surabaya</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9239-eri-cahyadi-soroti-dugaan-setoran-tunai-jukir-di-surabaya</guid>
                    <pubDate>Mon, 31 Aug 2026 16:39:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[pusaran.net - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengelolaan parkir di Kota Pahlawan diperiksa secara menyeluruh menyusul laporan dugaan penarikan setoran]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengelolaan parkir di Kota Pahlawan diperiksa secara menyeluruh menyusul laporan dugaan penarikan setoran parkir secara tunai kepada juru parkir (jukir). Bahkan, ia menegaskan bakal mengganti juru parkir, pengawas, hingga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) jika masih ditemukan praktik pembayaran parkir secara tunai.</p>
<p>Laporan tersebut disampaikan Didit, seorang juru parkir yang mengaku masih mengalami pungutan secara tunai di lokasi tempatnya bekerja. "Di tempat saya bekerja ini masih ada pungutan. Istilah pungutan itu yang dari Dishub. Saya cuma ingin menanyakan legalnya saja. Jadi ini sebenarnya memang ilegal atau legal," ujar Didit, Senin (31/8/2026).</p>
<p>Menurut Didit, lokasi tempatnya bekerja telah terdaftar di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya dan telah menerapkan sistem digitalisasi. Namun, ia mempertanyakan masih adanya penarikan setoran kepada pihak Dishub secara tunai. "Karena kan kita sudah terdaftar dan ada di Bapenda, istilahnya sudah berjalan digitalisasi. Tapi kok masih ada penarikan secara tunai," katanya.</p>
<p>Didit berharap seluruh pihak mengikuti kebijakan Pemkot Surabaya terkait sistem pembayaran non-tunai dan tidak memanfaatkan mekanisme tersebut untuk melakukan pungutan liar. "Jadi apa yang pemerintah tentukan, ya itu yang kita harus jalani. Jangan ada kayak oknum-oknum lagi yang istilahnya menjadikan itu jadi pungli," ujar Didit.</p>
<p>Ia mengaku kondisi tersebut membuat juru parkir di lapangan berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, Pemkot Surabaya menggaungkan pembayaran non-tunai, tetapi masih ada pihak yang meminta setoran secara tunai. "Kalau memang (non-tunai) sudah (dijalankan), monggo lah kita sama-sama belajar non-tunai," imbuhnya.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap setoran yang disampaikan juru parkir hingga pencatatan pada Kepala Pelataran (Katar) dan transfer ke Bank Jatim.</p>
<p>"Ada salah satu Jukir yang menyatakan sudah menyetorkan beberapa rupiah. Tapi ketika masuk ke Katar, masuk ke dalam atau ditransferkan ke Bank Jatim, itu kami periksa di dalam memang terdapat beberapa selisih pendapatan," kata Trio.</p>
<p>Selain itu, Trio menyatakan menemukan adanya perbedaan pencatatan terkait voucher parkir dengan laporan yang diterimanya. "Memang ada perbedaan pencatatan terkait voucher parkir tersebut dengan laporan yang saya terima untuk voucher parkir tersebut," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menuturkan, persoalan tersebut bermula setelah ia menerima laporan dari Kepala Dishub terkait dugaan penarikan setoran tunai kepada juru parkir.</p>
<p>"Itu diawali dari juru parkir yang mengelola halaman parkir di tempat usaha. Namun, ditarik dua kali. Yang di tepi jalan umum (TJU) ditarik, yang berada di tempat usaha (persil) juga ditarik. Dan penarikan ini langsung berupa setoran uang," kata Wali Kota Eri.</p>
<p>Ia mengapresiasi juru parkir yang berani menyampaikan persoalan tersebut. Menurutnya, laporan itu membantu Pemkot Surabaya mendapatkan informasi mengenai praktik pengelolaan parkir di lapangan. "Saya berterima kasih terkait dengan laporan parkir ini," ujar dia.</p>
<p>Wali Kota Eri kembali mengingatkan masyarakat agar pembayaran parkir di Surabaya dilakukan menggunakan QRIS atau sistem non-tunai. "Saya masih banyak melihat pembayaran yang dilakukan secara tunai. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Trio (Kepala Dishub)," tegasnya.</p>
<p>Ia bahkan mengancam akan mengganti petugas apabila persoalan tersebut tidak segera diperbaiki, terlebih jika ditemukan masalah dalam pemeriksaan aparat penegak hukum (APH). "Kalau kondisi seperti ini tidak bisa diperbaiki, apalagi jika ada pemeriksaan dari kepolisian, semuanya akan saya ganti. Sudah, ini periksa dan ganti orang, mulai dari nol, dengan sistem yang baru," tegasnya.</p>
<p>Ancaman tersebut berlaku mulai dari pejabat Dishub, pengawas, hingga juru parkir yang masih menerima pembayaran secara tunai. "Baik itu di Dishub, pengawas, maupun di jukir. Pokoknya kalau jukir hari ini tidak menggunakan non-tunai, masih menerima uang cash, langsung saya ganti orang lain," katanya.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyatakan ingin melibatkan anak-anak muda Surabaya untuk menggantikan juru parkir yang tidak menjalankan sistem pembayaran sesuai ketentuan. "Saya ingin anak-anak muda Surabaya yang saya minta untuk mengganti. Ayo, ini Surabaya rumah kita. Jadi, mari kita jaga Surabaya bersama-sama," pungkasnya. (pn2)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/dok-wali-kota-eri-cahyadi-saat-meninjau-kantor-dishub-surabaya-1.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Eri Cahyadi Soroti Dugaan Setoran Tunai Jukir di Surabaya]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Karang Taruna Salurkan Beras Bapanas, Eri: Iki Loh Anak Muda Surabaya]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9238-karang-taruna-salurkan-beras-bapanas-eri-iki-loh-anak-muda-surabaya</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9238-karang-taruna-salurkan-beras-bapanas-eri-iki-loh-anak-muda-surabaya</guid>
                    <pubDate>Mon, 31 Aug 2026 16:33:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[pusaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya kembali menyalurkan bantuan beras dari pemerintah pusat. Kali ini,]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya kembali menyalurkan bantuan beras dari pemerintah pusat. Kali ini, sebanyak 800 kantong beras dibagikan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Senin (31/8/2026).</p>
<p>Di kesempatan ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Pimpinan Cabang Bulog Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra turut memantau berlangsungnya proses pembagian beras di Kantor Kelurahan Kemayoran. Wali Kota Eri mengatakan, dalam pembagian beras kali ini Pemkot turut melibatkan anak muda Karang Taruna Kota Surabaya.</p>
<p>&ldquo;Karang Taruna di Kota Surabaya ini yang bergerak ketika ada pendataan membantu, dan ketika ada penyaluran juga membantu. Karena saya berharap, Gen Z dan Karang Taruna ini bisa menjadi bagian dari pembangunan yang ada di wilayahnya masing-masing,&rdquo; kata Wali Kota Eri.&nbsp;</p>
<p>Wali Kota Surabaya yang akrab dengan sapaan Cak Eri Cahyadi ini turut mengapresiasi Karang Taruna yang ikut serta membantu penyaluran beras kepada warga penerima manfaat. Adanya Karang Taruna, bantuan beras dari pemerintah pusat itu cepat tersalurkan.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah tadi pembagiannya saya apresiasi betul, cepat begitu karena ada anak Karang Taruna hadir. Tadi juga ada tempat meja khusus bagi lansia dan penerima yang membawa anak. Jadi tidak lagi antre dan langsung ke tempat yang disediakan,&rdquo; ujar Cak Eri.&nbsp;</p>
<p>Cak Eri menyebutkan, total bantuan beras yang disalurkan di wilayah Kelurahan Kemayoran sebanyak 1.452 kantong. Sebanyak 800 kantong beras disalurkan hari ini, sedangkan sisanya akan diberikan kepada KPM pada Selasa (1/9/2026).&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Insyaallah besok (selesai), jadi 1.452 itu dibagi hari ini 800, sisanya kita lakukan besok. Agar apa? Tidak terjadi penumpukan dan orang yang menunggu lama,&rdquo; sebutnya.&nbsp;</p>
<p>Cak Eri berharap, model penyaluran bantuan beras di Kelurahan Kemayoran dapat dijadikan percontohan bagi wilayah kelurahan lainnya di Kota Surabaya. Yakni memberikan tempat khusus antrean untuk lansia dan yang membawa anak.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya terima kasih kepada Karang Taruna, sehingga nanti Karang Taruna ini dibagi. Kalau jumlah penerimanya lebih banyak, maka Karang Tarunanya juga harus lebih banyak di sana. Karena saya ingin menunjukkan betul, iki loh anak mudanya Kota Surabaya, gerak bersama untuk warga Surabaya,&rdquo; harapnya.&nbsp;</p>
<p>Di samping itu, Pimpinan Cabang Bulog Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra mengatakan, beras yang disalurkan hari ini merupakan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog. Tujuan, pemberian bantuan ini adalah untuk menjaga stabilitas pangan nasional.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami menyalurkan bantuan pangan ini untuk Kota Surabaya, kita targetkan selesai tanggal 15 September 2026. Bantuan pangan ini untuk tiga alokasi, yakni Juli, Agustus, September,&rdquo; kata Fuad.&nbsp;</p>
<p>Selama tiga bulan itu, lanjut Fuad, masing-masing warga penerima manfaat menerima 10 kilogram kantor beras. Sedangkan dalam pembagiannya, Pemkot Surabaya bersama Bulog langsung memberikan 3 kantong sekaligus masing-masing 10 kilogram. &ldquo;Jadi ini masyarakat langsung menerima 30 kilogram,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</p>
<p>Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Febryan Kiswanto mengatakan, dalam kesempatan ini Karang Taruna bermitra dengan Bulog sebagai tim penyalur bantuan. Febryan menyebutkan, bahwa Karang Taruna membantu Pemkot Surabaya untuk memastikan bantuan yang diberikan kepada masyarakat bisa tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.&nbsp;</p>
<p>Ia menerangkan, peran Karang Taruna dalam penyaluran kali ini yaitu melakukan kroscek di lapangan untuk pendataan. Ketika ada data yang tidak sesuai, maka akan menjadi catatan untuk disampaikan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya sebagai bahan evaluasi. Tujuannya, agar data warga penerima manfaat semakin akurat.</p>
<p>&ldquo;Kita mendapatkan data, kemudian kroscek di lapangan sekaligus bersama kelurahan dan kecamatan untuk membagikan undangan. Atas kemudian data yang tidak pas, akan menjadi catatan dan record, sehingga menjadi evaluasi,&rdquo; pungkasnya. (pn2)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/pembagian-beras-di-kelurahan-kemayoran18.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Karang Taruna Salurkan Beras Bapanas, Eri: Iki Loh Anak Muda Surabaya]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[BEM SI Jatim Aksi Simbolik, Soroti Penanganan Bencana dan Dana MBG]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9237-bem-si-jatim-aksi-simbolik-soroti-penanganan-bencana-dan-dana-mbg</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9237-bem-si-jatim-aksi-simbolik-soroti-penanganan-bencana-dan-dana-mbg</guid>
                    <pubDate>Mon, 31 Aug 2026 16:27:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[pusaran.net - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) wilayah Jawa Timur menggelar aksi simbolik di Grahadi Surabaya, Senin (31/8/2026).]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) wilayah Jawa Timur menggelar aksi simbolik di Grahadi Surabaya, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini bertujuan merefleksikan kondisi penanganan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia yang dinilai belum merata dan belum optimal.<br />&nbsp;<br />Ketua BEM Unair, Rizqi Senja saat ditemui awak media menyampaikan bahwa berbagai bencana belakangan ini &nbsp;mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan di Kalimantan, dampak bencana di Aceh yang belum pulih, hingga kebakaran di Lampung menunjukkan adanya ketimpangan dalam alokasi anggaran dan penanganan pemerintah.<br />&nbsp;<br />"Kita melihat negara dapat mengeluarkan dana besar untuk program Makan Bergizi Gratis dan KDMP, namun penanganan bencana justru terhambat dan belum memadai di banyak lokasi," ujar Rizqi.<br />&nbsp;<br />Ia menambahkan, tim BEM Unair baru saja turun langsung ke lokasi bencana di NTT pada 26 Agustus lalu. Di lapangan, meskipun bantuan pemerintah sudah masuk, banyak daerah terpencil terutama di wilayah pegunungan yang aksesnya sulit dijangkau hingga kini belum menerima bantuan. Kondisi serupa juga dialami masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan di Kalimantan.<br />&nbsp;<br />Aksi ini bukan berupa demonstrasi massa, melainkan kegiatan reflektif yang melibatkan mimbar bebas, orasi terbuka, aksi teatrikal, aksi tak berbunga, serta doa bersama. Masyarakat umum pun dipersilakan menyampaikan aspirasinya, tidak hanya kalangan mahasiswa. Puncaknya akan dibacakan pernyataan sikap bersama.<br />&nbsp;<br />Dalam pesan yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Rizqi menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk kebencian terhadap negara atau pemerintah.<br />&nbsp;<br />"Pak Prabowo, kami mengkritik bukan berarti kami tidak mencintai negara ini. Menyampaikan kebenaran sekalipun menyakitkan justru adalah salah satu bentuk cinta. Yang paling tidak jujur adalah mereka yang hanya menyampaikan hal-hal baik semata demi keuntungan sendiri," tegasnya.<br />&nbsp;<br />Rizqi berharap pemerintah lebih adil dan responsif dalam menempatkan prioritas anggaran, terutama untuk penanganan bencana yang menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak di seluruh pelosok negeri. (pn1).</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/img-20260831-wa0027.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[BEM SI Jatim Aksi Simbolik, Soroti Penanganan Bencana dan Dana MBG]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Gus Yusuf Legawa Hadapi Dinamika Muktamar, Ajak Kader Jaga Keutuhan NU]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9236-gus-yusuf-legawa-hadapi-dinamika-muktamar-ajak-kader-jaga-keutuhan-nu</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9236-gus-yusuf-legawa-hadapi-dinamika-muktamar-ajak-kader-jaga-keutuhan-nu</guid>
                    <pubDate>Sun, 30 Aug 2026 22:34:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Saya mengimbau seluruh sahabat dan pendukung untuk tetap tenang. Jangan ada tindakan atau pernyataan yang justru mengganggu kondusivitas muktamar"kata Gus Yusuf]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menyatakan menerima dengan legawa seluruh proses dan dinamika yang terjadi dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Ia mengajak seluruh pendukung dan simpatisannya untuk tetap tenang, menahan diri, serta bersama-sama menjaga suasana muktamar agar tetap aman dan kondusif.</p>
<p>&ldquo;Dalam sebuah muktamar, perbedaan pandangan dan dinamika merupakan bagian dari proses organisasi. Apa pun hasilnya harus kita sikapi dengan kedewasaan, kejernihan hati, dan tetap mengutamakan kemaslahatan jam&rsquo;iyah,&rdquo; kata Gus Yusuf di Jombang, Ahad, 30 Agustus 2026.</p>
<p>Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, itu meminta para pendukungnya tidak terpancing oleh provokasi maupun melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Persaudaraan, kehormatan para kiai, dan keutuhan Nahdlatul Ulama harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.</p>
<p>&ldquo;Saya mengimbau seluruh sahabat dan pendukung untuk tetap tenang. Jangan ada tindakan atau pernyataan yang justru mengganggu kondusivitas muktamar. Kita jaga marwah para kiai, persaudaraan sesama Nahdliyin, dan keutuhan rumah besar NU,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Gus Yusuf juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para kiai, pengurus wilayah dan cabang, relawan, serta seluruh pihak yang telah membersamai ikhtiar tersebut. Dukungan yang diberikan merupakan amanah sekaligus energi untuk terus memberikan manfaat bagi NU dan masyarakat.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada NU tidak ditentukan oleh jabatan ataupun hasil kontestasi. Berada di dalam maupun di luar struktur, dirinya akan tetap bekerja untuk memperkuat pesantren, pendidikan, layanan kesehatan, kemandirian ekonomi, dan pelayanan sosial bagi warga Nahdliyin.</p>
<p>&ldquo;Khidmat kepada NU tidak bermula dari jabatan dan tidak berhenti karena jabatan. Baik melalui jalur struktural maupun kultural, insyaallah saya akan tetap berkhidmat. NU adalah rumah pengabdian kita bersama,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ketua Koordinator Nasional Guyub Nusantara, KH M. Furqon, menegaskan bahwa sikap legawa Gus Yusuf mencerminkan kedewasaan seorang pemimpin yang senantiasa mengutamakan persatuan dan kepentingan besar Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Salah satu tokoh yang selama ini membersamai Gus Yusuf safari silaturahmi ke 464 PCNU di seluruh Indonesia itu, menilai bahwa perjalanan konsolidasi yang dilakukan bersama Gus Yusuf bukan semata-mata untuk kepentingan muktamar, melainkan ikhtiar menyerap aspirasi, menyambung persaudaraan, dan memperkuat jejaring pengabdian NU hingga ke daerah.</p>
<p>&ldquo;Kami berharap seluruh pendukung dan sahabat Gus Yusuf mengikuti imbauan beliau: tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak terpancing oleh keadaan. Sikap terbaik saat ini adalah menjaga persaudaraan serta kehormatan jam&rsquo;iyah,&rdquo; kata KH M. Furqon.</p>
<p>Ia menambahkan, berakhirnya kontestasi bukan berarti berakhir pula ikhtiar yang selama ini telah dibangun. Seluruh jaringan Guyub Nusantara dan para pendukung Gus Yusuf diharapkan terus berkontribusi membangun NU pada semua tingkatan, baik di pusat, wilayah, cabang, hingga ranting.</p>
<p>&ldquo;Safari ke 464 PCNU telah membentuk jalinan silaturahmi dan semangat khidmat yang sangat kuat. Modal sosial ini harus terus dirawat untuk memperkuat pesantren, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pelayanan kepada umat. Jabatan boleh datang dan pergi, tetapi khidmat kepada NU harus terus berjalan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Gus Yusuf berharap seluruh rangkaian muktamar dapat diselesaikan dengan mengedepankan musyawarah, akhlakul karimah, dan semangat rekonsiliasi. Setelah muktamar berakhir, ia mengajak seluruh elemen NU kembali bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan umat dan bangsa.</p>
<p>&ldquo;Kontestasi akan selesai, tetapi persaudaraan dan khidmat tidak boleh berakhir. Saatnya kembali guyub, merawat NU, dan bekerja bersama untuk umat,&rdquo; pungkas Gus Yusuf. (pn1)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/img-20260830-wa0043.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Gus Yusuf Legawa Hadapi Dinamika Muktamar, Ajak Kader Jaga Keutuhan NU]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Kick Off Besok, Turnamen Mini Soccer Golkar Jatim Diikuti 176 Tim Pelajar]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9235-kick-off-besok-turnamen-mini-soccer-golkar-jatim-diikuti-176-tim-pelajar</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9235-kick-off-besok-turnamen-mini-soccer-golkar-jatim-diikuti-176-tim-pelajar</guid>
                    <pubDate>Sun, 30 Aug 2026 10:58:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[“Babak penyisihan kita gelar di 11 zona. Sedangkan babak final di Surabaya,” kata Ketua Pelaksana Bahlil Minisoccer Asyik Menuju Puncak]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>DPD Partai Golkar Jawa Timur menggelar turnamen mini soccer antarpelajar SMA/sederajat se-Jawa Timur. Berlangsung di 11 zona, turnamen bertajuk &ldquo;Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak&rdquo; itu akan menjadi turnamen mini soccer terbesar di Jawa Timur.&nbsp;</p>
<p>Total akan ada 176 tim yang berlaga dengan jumlah pemain dan official lebih dari 2.600 orang. &ldquo;Babak penyisihan kita gelar di 11 zona. Sedangkan babak final di Surabaya,&rdquo; kata Ketua Pelaksana Bahlil Minisoccer Asyik Menuju Puncak DPD Partai Golkar Jawa Timur, Arif Fathoni, Minggu, (30/8/2026)<br />&nbsp;<br />Kesebelas zona itu masing-masing adalah zona 1 Malang, zona 2 Madiun, zona 3 Tulungagung, zona 4 Kediri, zona 5 Bojonegoro, zona 6 Mojokerto, zona 7 Surabaya, zona 8 Madura, zona 9 Probolinggo, zona 10 Jember, dan zona 11 Banyuwangi. Setiap zona mempertandingkan 16 tim yang berasal dari wilayah masing-masing.&nbsp;<br />&nbsp;<br />Toni, panggilan akrabnya, mengatakan turnamen ini merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar yang jatuh 20 Oktober mendatang. Pelaksanaannya dimulai akhir bulan ini. &ldquo;Kick off 31 Agustus 2026 di zona Malang,&rdquo; kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini.&nbsp;</p>
<p>Adapun final akan digelar di Surabaya pada 18-19 Oktober 2026. Final mempertemukan para juara di seluruh zona. Hadiahnya cukup besar. Total mencapai Rp 188,5 juta berupa uang pembinaan. Ada pula trofi, medali, dan sertifikat bertanda tangan ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur. &ldquo;Di final, para juara zona memperebutkan Piala Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia,&rdquo; terangnya.&nbsp;</p>
<p>Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi mengungkapkan, turnamen mini soccer ini merupakan bagian dari tanggung jawab partai untuk membina talenta-talenta muda di Jawa Timur. Apalagi, sesuai undang-undang, parpol memang memiliki kewajiban untuk melakukan pendidikan politik. Termasuk di kalangan anak muda.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Melalui turnamen ini, kami ingin menularkan semangat bahwa berpolitik itu mengasyikkan. Sesuai tagline Partai Golkar Jatim, Asyik Menuju Puncak,&rdquo; ungkap alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang ini.&nbsp;</p>
<p>Ali mengakui, sebagian anak muda ada yang alergi berpolitik. Itu karena citra politik yang kurang bagus di mata mereka. Padahal, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban politik dalam kehidupan bernegara. Hak dan kewajiban itulah yang akan menentukan arah kehidupan bernegara.&nbsp;</p>
<p>Termasuk, lanjut Ali, implementasinya adalah lewat kebijakan-kebijakan di partai politik. &ldquo;Anak muda bisa dan bahkan harus ikut menentukan kebijakan negara. Karena pemilik masa depan negara ini adalah mereka,&rdquo; tandasnya.&nbsp;</p>
<p>Menurut Ali, melalui turnamen ini, para peserta akan dilatih untuk membangun dan menjaga soliditas untuk bersama-sama mencapai puncak prestasi. Selain itu, meski memiliki determinasi tinggi, mereka harus tetap menjunjung tinggi sportivitas. Nilai-nilai itulah yang ingin ditanamkan kepada mereka.&nbsp;</p>
<p>Ali menambahkan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia punya kepedulian tinggi terhadap pembinaan prestasi anak muda. Apalagi jika mereka mampu melampaui keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki. &ldquo;Pak Bahlil kan juga mempunyai background kehidupan yang penuh keterbatasan. Makanya beliau mendukung penuh turnamen ini,&rdquo; pungkasnya. (pn2)</p>
<p>Jadwal Babak Penyisihan Bahlil Minisoccer Asyik Menujuk Puncak</p>
<p>31 Agustus-1 Sept 2026: Zona 1 Malang (Kab/Kota Malang, Kota Batu)</p>
<p>3-4 September 2026: Zona 2 Madiun (Kab/Kota Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan)</p>
<p>7-8 September 2026: Zona 3 Tulungagung (Trenggalek, Tulungagung, Kab/Kota Blitar)</p>
<p>10-11 September 2026: Zona 4 Kediri (Kab/Kota Kediri, Nganjuk)</p>
<p>14-15 September 2026: Zona 5 Bojonegoro (Bojonegoro, Tuban, Lamongan)</p>
<p>17-18 September 2026: Zona 6 Mojokerto (Kab/Kota Mojokerto, Jombang)</p>
<p>21-22 September 2026: Zona 7 Surabaya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo)</p>
<p>24-25 September 2026: Zona 8 Madura (Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep)</p>
<p>28-29 September 2026: Zona 9 Probolinggo (Kab/Ko Probolinggo, Kab/Ko Pasuruan)</p>
<p>1-2 Oktober 2026: Zona 10 Jember (Jember, Bondowoso, Lumajang)</p>
<p>5-6 Oktober 2026: Zona 11 Banyuwangi (Banyuwangi, Situbondo)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/img-20260830-wa0020.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kick Off Besok, Turnamen Mini Soccer Golkar Jatim Diikuti 176 Tim Pelajar]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Fondasi NU Sudah Kuat, Gus Yahya Tak Perlu Jabat Ketua Umum PBNU LagI]]></title>
                    <link>https://pusaran.net/baca-9234-fondasi-nu-sudah-kuat-gus-yahya-tak-perlu-jabat-ketua-umum-pbnu-lagi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://pusaran.net/baca-9234-fondasi-nu-sudah-kuat-gus-yahya-tak-perlu-jabat-ketua-umum-pbnu-lagi</guid>
                    <pubDate>Sat, 29 Aug 2026 18:23:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[“Saya tadinya curiga kalau fokusnya hanya kepada hal-hal yang digital dan global. Tetapi ternyata beliau juga meng-address basisnya di pesantren"kata Malik]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>pusaran.net - </strong>Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Imam Malik Riduan, menyoroti visi misi yang ditawarkan para calon ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang.&nbsp;</p>
<p>Misalnya, visi KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang ingin menuntaskan pembangunan organisasi di atas fondasi yang telah diletakkan serta mentransformasi jam'iyah menjadi sistem yang matang dan siap digunakan.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya tadinya curiga kalau fokusnya hanya kepada hal-hal yang digital dan global. Tetapi ternyata beliau juga meng-address basisnya di pesantren. Artinya, kekhawatiran kehilangan basis itu tidak ada,&rdquo; kata Imam Malik dalam Talkshow Mimbar Muktamar NU yang bertema Mengupas Visi & Gagasan Calon Ketua Umum PBNU di Aula Dirosah Al-Amin Ponpes Al-Maliki 2 Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Sabtu (29/8/2026).</p>
<p>Namun, Imam Malik justru menilai pernyataan tentang fondasi organisasi dan roadmap yang telah dibangun selama kepemimpinan Gus Yahya dapat menjadi bukti bahwa sistem yang dibangun NU seharusnya mampu berkelanjutan, tanpa bergantung pada satu figur.</p>
<p>&ldquo;Kalau fondasinya sudah ada dan roadmap-nya sudah jelas, tidak harus Gus Yahya yang menjadi Ketua Umum PBNU lagi. Tukangnya boleh siapa saja karena fondasinya sudah ada. Gambar arsiteknya juga sudah ada,&rdquo; katanya.</p>
<p>Menurut Imam Malik, selama lima tahun terakhir Gus Yahya telah memiliki kesempatan untuk membangun fondasi transformasi organisasi. Artinya, Gus Yahya sudah membangun sesuatu yang sangat kuat yang bisa diteruskan oleh siapa pun.&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, terkait visi misi KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Imam Malik menilai visi menjaga tradisi sekaligus mendorong inovasi merupakan gagasan yang kuat karena bertumpu pada pengalaman nyata.</p>
<p>Gus Yusuf mengusung cita-cita mengembalikan PBNU sebagai rumah besar bagi jamaah yang rukun dan memberikan pelayanan kepada warganya. Program prioritas yang ditawarkan antara lain pengembangan layanan kesehatan, transformasi pesantren yang tetap memegang tradisi kitab kuning namun adaptif terhadap vokasi dan teknologi, serta tata kelola organisasi yang transparan dan partisipatif.</p>
<p>&ldquo;Ini menurut saya salah satu visi yang sangat terpandang karena mengamplifikasi dan kemudian memaksimalkan basis di bawah,&rdquo; kata Imam Malik.</p>
<p>Gus Yusuf memiliki gagasan-gagasan yang dinilai kuat dan telah dibuktikan melalui kepemimpinannya di lingkungan pesantren dan komunitas. Gus Yusuf memiliki pesantren besar, sekolah vokasi unggulan, dan rumah sakit.&nbsp;</p>
<p>Menurut Imam Malik, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Gus Yusuf bukan sekadar menawarkan gagasan tentang transformasi pesantren dan pelayanan warga, melainkan telah memiliki pengalaman dalam menjalankan konsep tersebut secara langsung.</p>
<p>Namun demikian, Imam Malik menilai tantangan terbesar Gus Yusuf adalah membawa keberhasilan yang selama ini dibangun pada tingkat lokal menjadi gerakan organisasi berskala nasional.</p>
<p>Selain itu, Imam Malik juga menilai pengalaman politik Gus Yusuf menjadi salah satu modal penting. Sebagai tokoh yang pernah memimpin DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Gus Yusuf dinilai memiliki literasi politik dan pengalaman dalam memahami dinamika kekuasaan. (pn3)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.pusaran.net/po-content/uploads/202608/img-20260829-wa0048.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Fondasi NU Sudah Kuat, Gus Yahya Tak Perlu Jabat Ketua Umum PBNU LagI]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Wasi]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item></channel></rss>