Demo Emak-Emak di Surabaya, Bagikan Pembalut kepada Polwan: Ini Pesannya!

avatar pusaran.net

pusaran.net - Aksi demonstrasi di Surabaya berlangsung dengan cara berbeda. Ratusan massa yang didominasi perempuan dan ibu rumah tangga menggelar aksi damai dengan membagikan pembalut kepada sejumlah polisi wanita (Polwan).

Aksi simbolis tersebut menjadi bentuk protes terhadap kebijakan perpajakan atas produk kebutuhan menstruasi perempuan.

Baca Juga: DLH Surabaya Tindak Tegas Pembuang Sampah Sembarangan

Massa menilai kebutuhan biologis perempuan semestinya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, bukan justru menambah beban pengeluaran masyarakat.

Pembagian pembalut itu menjadi salah satu pesan utama dalam aksi yang digelar Aliansi Surabaya Bergerak bersama Srikandi Aksi Damai.

Selain perempuan, demonstrasi tersebut juga diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai tenaga kesehatan, pengemudi ojek online (ojol), petani, peternak, advokat, seniman hingga pelaku usaha.

Juru Bicara Aliansi Surabaya Bergerak, Putri Bunga, mengatakan pembagian pembalut kepada Polwan bukan sekadar kegiatan simbolis.

Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi perempuan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum sensitif terhadap kebutuhan dasar mereka.

Baca Juga: Cegah Banjir, Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Drainase Babadan

"Kok pemerintah tega memajaki rahim kita sendiri yang melahirkan generasi Indonesia? Kami tidak minta untuk berdarah setiap bulan. Itu kebutuhan dasar perempuan, seharusnya tidak perlu dipajaki," tegas Putri, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, menstruasi merupakan proses biologis yang dialami perempuan setiap bulan dan tidak bisa dihindari. Karena itu, pemerintah seharusnya mempertimbangkan aspek keadilan sosial dalam menentukan kebijakan perpajakan terhadap produk menstruasi.

Putri menilai masyarakat sudah menanggung berbagai kewajiban perpajakan. Pemerintah semestinya lebih memahami kondisi ekonomi rakyat, terutama ketika kebijakan menyangkut kebutuhan dasar perempuan.

Baca Juga: Komitmen Lindungi Hak Pekerja, Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Satya JKN Awards 2026 

Aliansi Surabaya Bergerak bersama Srikandi Aksi Damai belum menetapkan jadwal demonstrasi berikutnya. Namun, mereka menyatakan tetap berkomitmen menyuarakan aspirasi dan mendukung gerakan masyarakat lainnya.

Putri berharap aksi tersebut menjadi momentum bagi perempuan untuk semakin berani menyampaikan pendapat serta ikut mengawal kebijakan publik.

Baginya, pembagian pembalut kepada Polwan menjadi simbol bahwa persoalan perempuan, kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh diabaikan dalam pengambilan kebijakan negara. (*)

Berita Terbaru