pusaran.net - Mobil dinas Wakil Bupati (Wabup) Jember Djoko Susanto dengan plat merah P 2 GP mendadak viral di media sosial setelah dilaporkan diambil tanpa izin dari halaman Kantor Pemkab Jember. Insiden itu menyita perhatian publik karena kendaraan dinas tersebut hilang tanpa jejak, meski kunci masih tersimpan di meja kerja Wabup.
Saat dikonfirmasi di sela acara pelepasan peserta Lomba Hari Konstitusi MPR RI di SMAN 3 Jember, Wabup Djoko akhirnya buka suara setelah sebelumnya memilih bungkam.
Baca Juga: Viral! Mobil Dinas di Jombang, Pemkot Surabaya Klarifikasi
"Saya memang jarang memakai mobil dinas itu. Semangatnya adalah efisiensi anggaran, sekaligus memberi contoh kepada ASN agar bisa membedakan urusan pribadi dan kedinasan," ujar Djoko dihadapan awak media
Djoko mengungkap, sejak lama mobil dinas jenis Toyota Kijang Innova Venturer warna hitam itu diparkir di halaman depan Pemkab dan tidak dibawa pulang ke rumah dinas. Namun pada Senin, 21 Juli 2025, mobil tersebut mendadak hilang.
"Saya tanya ke staf dan Satpol PP yang berjaga di sekitar lobi, tapi tidak ada satu pun yang tahu. Saya mulai curiga ini bukan sekadar keteledoran," kata Djoko.
Djoko lantas memerintahkan stafnya untuk menghubungi Pj Sekda M Jupriono, namun tidak mendapat respons. Ia pun mengirim nota dinas resmi pada Selasa, 22 Juli 2025, dan kembali mengirim surat peringatan pada Kamis (24/7/2025) dan Jumat (25/7/2025) lantaran tidak kunjung ada klarifikasi.
"Ini bukan hanya soal aset kendaraan, tetapi juga soal moral dan karakter. Kalau benar ada yang mengambil tanpa izin, apalagi mobil dinas Wabup, itu keberanian tingkat tinggi. Sangat mengkhawatirkan jika pelakunya pejabat pengelola anggaran APBD," tegas Djoko.
Baca Juga: Pemprov Jatim Dorong Kepala Daerah Jaga Harga, Wabup Jember: Kami Pastikan Terkendali
Ia menekankan, jika memang mobil tersebut hendak digunakan, seharusnya ada pemberitahuan atau izin, apalagi kunci kendaraan masih tersimpan di ruangannya.
Meski begitu, Djoko memilih tidak langsung membuat laporan kehilangan ke pihak kepolisian. Ia lebih memilih menyikapi dengan cara edukatif.
"Saya tidak emosional, karena saya ini pemimpin dan orang tua bagi ASN Jember. Tapi tetap, ini harus menjadi pembelajaran serius," ujarnya.
Djoko menegaskan, selama ini dirinya tidak pernah menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, bahkan dari rumah ke kantor ia memakai kendaraan pribadi.
Baca Juga: Wabup Djoko Hadiri Rapat di Grahadi, Tegaskan Hubungan Harmonis dengan Bupati Fawait
"Kalau bicara efisiensi, harus konsisten. Jangan di satu sisi bicara penghematan, tapi di sisi lain semua kegiatan dibebankan ke APBD. Itu namanya tidak jujur," pungkasnya.
Sebagai catatan, seluruh nota dinas dan surat peringatan yang dikirimkan Wabup Djoko juga ditembuskan ke berbagai pihak, termasuk Bupati Jember, DPRD Jember, Kapolres Jember, Inspektorat, Satpol PP, BPKAD, Kabag Umum, hingga Gubernur Jawa Timur.
Jika Anda butuh versi judul alternatif atau infografik pendukung, saya bisa bantu juga.
Editor : Wasi