Pengurus Perbakin Surabaya Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Atlet

avatar pusaran.net

pusaran.net - Dugaan pelecehan seksual kembali mencoreng dunia olahraga. Seorang pengurus Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas dugaan melakukan pelecehan terhadap seorang atlet binaannya. Kasus yang disebut berawal dari pola pembinaan saat latihan itu kini tengah memasuki proses penyelidikan.

Perkara ini mencuat setelah akun Instagram @viralfotjusticecom mengunggah pengakuan korban yang menceritakan dugaan pelecehan dalam hubungan antara pembina dan atlet. Korban menyebut terduga pelaku membangun kedekatan secara bertahap hingga akhirnya diduga melakukan tindakan yang mengarah pada pelecehan dan kekerasan seksual.

Baca Juga: MPI Kota Pasuruan Siapkan Lompatan Besar di Ajang Porprov Jatim

Dalam pengakuannya, korban juga mengungkap adanya pola pendekatan yang diduga mengarah pada praktik child grooming. Kedekatan tersebut disebut bermula dari hukuman fisik yang diberikan saat latihan menembak, sebelum berkembang menjadi relasi yang membuat korban merasa harus mengikuti keinginan pelaku.

Melalui tulisan tangan yang diunggah di media sosial, korban menceritakan dirinya kerap mendapat hukuman ketika melakukan kesalahan saat latihan. Intensitas pertemuan kemudian meningkat karena beberapa kali berada hanya berdua dengan terduga pelaku, baik di area latihan maupun di dalam kendaraan.

Korban mengaku mulai merasa ada kejanggalan ketika pelaku diduga melakukan kontak fisik yang tidak berkaitan dengan aktivitas olahraga. Namun, karena menaruh kepercayaan kepada sosok yang selama ini dianggap sebagai pembina, korban memilih memendam pengalaman tersebut.

Kasus itu kini telah memasuki ranah hukum. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut proses pemeriksaan masih berlangsung di Polrestabes Surabaya.

"Pelaporannya baru Selasa sore. Informasinya masih proses BAP di Polrestabes Surabaya," ujar Ida, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: 16 Bulan Menggantung, Kasus Pemukulan Jurnalis Jalan di Tempat

Kasatres Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari, juga mengonfirmasi pihaknya telah menerima laporan resmi pada 9 Juni 2026.

"Kami menerima laporan tanggal 9 Juni dan saat ini masih dalam proses," katanya.
Di tengah proses hukum yang berjalan, KONI Surabaya menyatakan terduga pelaku telah dinonaktifkan dari kepengurusan Perbakin Surabaya sebagai langkah awal menjaga integritas organisasi.

Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, menjelaskan terduga pelaku bukan pelatih resmi yang ditetapkan melalui surat keputusan, melainkan pengurus Perbakin yang selama ini aktif mendampingi dan membina atlet menembak.
Meski korban belum tercatat sebagai atlet resmi Kota Surabaya, Arderio menegaskan organisasi tetap memberikan pendampingan selama proses pelaporan berlangsung.

Baca Juga: Menuju PON 2028, MPI Jatim Bangun Arena Obstacle Standar Kompetisi

"Kemarin sampai larut malam teman-teman Perbakin mendampingi pelapor," ujarnya.
KONI Surabaya juga menyatakan dukungan terhadap korban dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Organisasi tersebut menegaskan arena olahraga harus menjadi ruang yang aman bagi setiap atlet, khususnya anak-anak dan remaja yang sedang menjalani pembinaan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap relasi kuasa di lingkungan olahraga. Pembinaan yang seharusnya membentuk prestasi tidak boleh berubah menjadi ruang yang membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kepercayaan maupun dugaan kekerasan seksual.

Kini, publik menantikan pengungkapan fakta melalui proses hukum yang sedang berjalan. Sementara itu, perlindungan terhadap korban serta penguatan sistem pencegahan di lingkungan olahraga menjadi pekerjaan rumah yang mendesak agar kasus serupa tidak kembali terulang. (pn1)

Berita Terbaru

Umum,

GMNI Surabaya Bekali Mahasiswa Lawan Hoaks

pusaran.net - Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dibanjiri hoaks dan narasi tanpa verifikasi, GMNI Surabaya bersama Rumah Literasi Digital