pusaran.net - Partisipasi aktif masyarakat Desa Bicak menjadi kunci dalam mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).Sosialisasi program tersebut digelar di Kantor Desa Bicak, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026) pukul 13.00 WIB hingga selesai,.
Baca Juga: MBG Dorong Gizi dan Ekonomi Warga Surabaya
Kegiatan ini merupakan bagian dari kemitraan Komisi IX DPR RI dalam menyampaikan secara langsung berbagai program prioritas pemerintah kepada masyarakat, sekaligus memastikan informasi yang diterima warga akurat, utuh, dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, yang diwakili oleh Tenaga Ahli DPR RI, M. Sam’ani Kurniawan.
Dalam sambutannya, M. Sam’ani menegaskan bahwa kehadiran Komisi IX di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk memastikan informasi mengenai program strategis pemerintah tersampaikan secara utuh dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, Komisi IX DPR RI memiliki delapan mitra kerja dan secara konsisten turun langsung ke lapangan guna memastikan masyarakat memahami berbagai program, termasuk MBG yang kini menjadi perhatian nasional.
Baca Juga: Pria Berbaju Lusuh Datangi Polsek, Ternyata Baru Membunuh Mertua
Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak dapat terwujud tanpa dukungan aktif masyarakat. Karena itu, warga Desa Bicak diharapkan tidak hanya memahami tujuan dan mekanisme Program MBG, tetapi juga ikut menyebarluaskan informasi tersebut di lingkungan masing-masing.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, diperlukan pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, serta terbebas dari stunting dan gizi buruk.
Baca Juga: Ini Pemicu Pria di Mojokerto Tega Gorok Mertuanya
“Salah satu langkah percepatan penurunan stunting dan gizi buruk adalah melalui Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, kami memerlukan partisipasi dan pengawasan dari Ibu dan Bapak sekalian agar program ini berjalan optimal,” ujar M. Sam’ani dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).
Dengan dukungan dan pengawasan bersama antara pemerintah dan masyarakat, persoalan stunting dan gizi buruk diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi pembangunan generasi unggul di masa depan. (pn1)
Editor : Wasi