Sekjen Hasto : Konferda Jatim Jadi Momentum Konsolidasi Partai

avatar pusaran.net

pusaran.net - Konsolidasi PDI Perjuangan kian menguat. Dari Surabaya, tepat di momentum peringatan Hari Pahlawan,Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Konferensi Daerah (Konferda) di Jawa, khususnya Jawa Timur, menjadi langkah strategis partai dalam menghadapi tantangan kebangsaan ke depan.

“Konferda Jatim ini bukan sekadar forum formal, tapi momentum memperkuat kesadaran kolektif partai dalam menjaga satu kesatuan bangsa,” ujar Hasto disela pemutaran film  Heroisme di Balai Pemuda, Surabaya, Minggu (9/11/2025) malam.

Baca Juga: PDIP Dukung MBG, Kritik Pola Pelaksanaannya

Sebelum Jawa, Hasto menekankan, konsolidasi partai telah dimulai dari wilayah-wilayah luar Jawa — Maluku, Maluku Utara, Aceh, Papua, Nusa Tenggara Timur, hingga Sumatera. Langkah ini, katanya, merupakan wujud keberpihakan partai terhadap daerah yang masih membutuhkan penguatan.

“Kita mulai dari wilayah yang paling lemah terlebih dahulu. Itulah semangat gotong royong kebangsaan yang dipegang teguh PDI Perjuangan,” tutur Hasto.

Setelah tahap luar Jawa rampung, gelombang konsolidasi akan bergerak ke Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DIY. Hasto menargetkan seluruh Konferda selesai sebelum akhir Desember 2025, termasuk penyusunan kepengurusan di tingkat DPD dan DPC.

Baca Juga: Hasto Bantah PDIP Dalangi Sejumlah Demonstrasi ke Pemerintah

“Sebelum Desember berakhir, seluruh Konferda harus tuntas. Kita siapkan partai ini agar siap menyongsong tahun baru dengan semangat baru,” tegasnya.

Target itu, lanjut Hasto, menjadi pijakan menuju ulang tahun PDI Perjuangan ke-53 pada 10 Januari 2026. Pada momentum tersebut, partai ditargetkan sudah kokoh hingga akar rumput melalui Rakercab (Rapat Kerja Cabang), musyawarah ranting, dan anak ranting.

Baca Juga: Hasto Soroti Perlakuan Hukum Kasus Raja Juli.

Di tengah suasana Hari Pahlawan, Hasto juga menyinggung makna mendalam dari kepahlawanan. Ia menekankan bahwa menjadi pahlawan bukan soal posisi atau politik, melainkan soal pengorbanan dan integritas moral.

“Menjadi pahlawan adalah soal pengorbanan bagi rakyat, bangsa, dan negara. Ada moralitas, ada kemanusiaan di dalamnya,” pungkas Hasto. (pn2)

Berita Terbaru

Umum,

KPPRA Apresiasi MPLS Surabaya yang Humanis

pusaran.net - Koalisi Pegiat Pendidikan Ramah Anak (KPPRA) Indonesia mengapresiasi pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Tahun 2026 di Kota