pusaran.net - KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menyatakan menerima dengan legawa seluruh proses dan dinamika yang terjadi dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Ia mengajak seluruh pendukung dan simpatisannya untuk tetap tenang, menahan diri, serta bersama-sama menjaga suasana muktamar agar tetap aman dan kondusif.
“Dalam sebuah muktamar, perbedaan pandangan dan dinamika merupakan bagian dari proses organisasi. Apa pun hasilnya harus kita sikapi dengan kedewasaan, kejernihan hati, dan tetap mengutamakan kemaslahatan jam’iyah,” kata Gus Yusuf di Jombang, Ahad, 30 Agustus 2026.
Baca Juga: Fondasi NU Sudah Kuat, Gus Yahya Tak Perlu Jabat Ketua Umum PBNU LagI
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, itu meminta para pendukungnya tidak terpancing oleh provokasi maupun melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Persaudaraan, kehormatan para kiai, dan keutuhan Nahdlatul Ulama harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Saya mengimbau seluruh sahabat dan pendukung untuk tetap tenang. Jangan ada tindakan atau pernyataan yang justru mengganggu kondusivitas muktamar. Kita jaga marwah para kiai, persaudaraan sesama Nahdliyin, dan keutuhan rumah besar NU,” ujarnya.
Gus Yusuf juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para kiai, pengurus wilayah dan cabang, relawan, serta seluruh pihak yang telah membersamai ikhtiar tersebut. Dukungan yang diberikan merupakan amanah sekaligus energi untuk terus memberikan manfaat bagi NU dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada NU tidak ditentukan oleh jabatan ataupun hasil kontestasi. Berada di dalam maupun di luar struktur, dirinya akan tetap bekerja untuk memperkuat pesantren, pendidikan, layanan kesehatan, kemandirian ekonomi, dan pelayanan sosial bagi warga Nahdliyin.
“Khidmat kepada NU tidak bermula dari jabatan dan tidak berhenti karena jabatan. Baik melalui jalur struktural maupun kultural, insyaallah saya akan tetap berkhidmat. NU adalah rumah pengabdian kita bersama,” tegasnya.
Baca Juga: Kursi atau Korban Gempa NTT ? Pesan Tegas Gus Yusuf untuk Muktamirin
Ketua Koordinator Nasional Guyub Nusantara, KH M. Furqon, menegaskan bahwa sikap legawa Gus Yusuf mencerminkan kedewasaan seorang pemimpin yang senantiasa mengutamakan persatuan dan kepentingan besar Nahdlatul Ulama.
Salah satu tokoh yang selama ini membersamai Gus Yusuf safari silaturahmi ke 464 PCNU di seluruh Indonesia itu, menilai bahwa perjalanan konsolidasi yang dilakukan bersama Gus Yusuf bukan semata-mata untuk kepentingan muktamar, melainkan ikhtiar menyerap aspirasi, menyambung persaudaraan, dan memperkuat jejaring pengabdian NU hingga ke daerah.
“Kami berharap seluruh pendukung dan sahabat Gus Yusuf mengikuti imbauan beliau: tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak terpancing oleh keadaan. Sikap terbaik saat ini adalah menjaga persaudaraan serta kehormatan jam’iyah,” kata KH M. Furqon.
Ia menambahkan, berakhirnya kontestasi bukan berarti berakhir pula ikhtiar yang selama ini telah dibangun. Seluruh jaringan Guyub Nusantara dan para pendukung Gus Yusuf diharapkan terus berkontribusi membangun NU pada semua tingkatan, baik di pusat, wilayah, cabang, hingga ranting.
Baca Juga: Hadiri Muktamar NU di Jombang, AMY : Jatim Punya Peran Penting
“Safari ke 464 PCNU telah membentuk jalinan silaturahmi dan semangat khidmat yang sangat kuat. Modal sosial ini harus terus dirawat untuk memperkuat pesantren, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pelayanan kepada umat. Jabatan boleh datang dan pergi, tetapi khidmat kepada NU harus terus berjalan,” ujarnya.
Gus Yusuf berharap seluruh rangkaian muktamar dapat diselesaikan dengan mengedepankan musyawarah, akhlakul karimah, dan semangat rekonsiliasi. Setelah muktamar berakhir, ia mengajak seluruh elemen NU kembali bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan umat dan bangsa.
“Kontestasi akan selesai, tetapi persaudaraan dan khidmat tidak boleh berakhir. Saatnya kembali guyub, merawat NU, dan bekerja bersama untuk umat,” pungkas Gus Yusuf. (pn1)
Editor : Wasi