pusaran.net - Langkahnya mantap di atas matras. Di usia 36 tahun, Hasan Sidik membuktikan bahwa semangat juang tak pernah mengenal kata pensiun. Pegulat asal Jawa Timur itu sukses mempersembahkan medali emas di nomor 60 kg Putra gaya Greco Roman pada PON Bela Diri 2025, sekaligus meraih bonus umroh dari Pengprov PGSI Jatim.
Hasan menundukkan Haykal Fadillah dari DKI Jakarta di partai final. Begitu peluit akhir berbunyi, ia menengadah, menutup wajahnya dengan kedua tangan—antara lega dan haru.
Baca Juga: KONI Jatim Matangkan PON Bela Diri 2026, Delapan Cabor Dipanggil
“Alhamdulillah, sangat senang sekali. Sejak pertandingan pertama saya sudah yakin dan merasa nyaman. Baru kali ini saya bisa menikmati setiap detik di atas matras,” ucap bapak tiga anak itu dengan senyum lebar.
Padahal, Hasan sempat memutuskan pensiun setelah tampil di PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024. Ia kemudian fokus bekerja sebagai pegawai Kementerian PUPR Bina Marga. Dunia gulat sempat ia tinggalkan, hingga panggilan dari Pengprov datang sebulan menjelang PON 2025.
“Sebenarnya saya merasa kurang persiapan. Sudah lama tidak latihan intens, tapi saya tidak bisa menolak ketika diminta membela Jawa Timur lagi,” tuturnya.
Keputusan itu menjadi titik balik. Di tengah kesibukan sebagai pekerja dan ayah tiga anak, Hasan kembali menantang batas dirinya.
Baca Juga: Delta Run Juara Fun Relay Surabaya, Atmosfer “Perang Kecepatan” Panaskan Road to Suroboyo 10K
Ketua Umum PGSI Jawa Timur, Ficky Erastho, bahkan menyebut perjuangan Hasan dan rekan-rekannya sebagai inspirasi. Ia menegaskan bahwa Pengprov menyiapkan bonus tiket umroh bagi seluruh peraih emas sebagai bentuk apresiasi dan motivasi spiritual.
“Mayoritas atlet gulat Jatim beragama Islam, jadi tiket umroh ini bentuk penghargaan yang mereka dambakan. Ini hasil pembicaraan antara atlet dan pengurus,” ungkap Ficky saat menyaksikan langsung pertandingan di Djarum Arena, Senin (13/10/2025).
Selain Hasan, tiga pegulat Jatim lainnya juga menyumbang emas, yakni Noverico Ramadhani (67 kg), Supriono (97 kg), dan Axel Mannuela (130 kg). Sementara Agus Fajar meraih perunggu di kelas 77 kg.
Baca Juga: Tiga Atlet Timnas Futsal Resmi Jadi Mahasiswa UMSURA
Dari 11 pegulat yang dikirim, Jatim mengantongi 4 emas dan 1 perunggu di hari pertama—hasil yang membuat semangat tim makin membara.
Namun bagi Hasan, medali itu lebih dari sekadar angka perolehan. Ia adalah simbol bahwa semangat tak pernah pensiun, dan bahwa perjuangan, ketulusan, serta keyakinan selalu menemukan jalannya. (pn3)
Editor : Wasi