APBD Kota Surabaya TA 2025 Sebesar Rp.12,3 T, DPRD: Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur jadi prioritas

avatar pusaran.net

pusaran.net - Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Surabaya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya tahun anggaran (TA) 2025 sebesar Rp.12,3 triliun.

Penetapan tersebut, dilakukan dalam rapat paripurna di gedung DPRD kota Surabaya pada Kamis, (15/08/2024).
Penetapan APBD tahun 2025 ini dilakukan lebih awal yakni bertepatan dengan bulan Agustus, dimana sebelum-sebelumnya, penetapan APBD kota Surabaya selalu dilakukan pada bulan November atau bertepatan dengan hari pahlawan yakni 10 November.
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan bahwa penetapan APBD tahun 2025 ini sengaja ditetapkan dengan semangat menyongsong hari kemerdekaan RI ke 79.

Baca Juga: Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

“Dan APBD ini kami bersyukur karena dilaksanakan dibulan Agustus yang bertepatan untuk menyongsong hari kemerdekaan,” kata Adi ketika ditemui seusai rapat paripurna.

Meskipun dilaksanakan lebih cepat namun kata Adi, pembahasan dilakukan secara seksama yang dibahas dari komisi-komisi di DPRD sehingga menghasilkan APBD 2025 ini yang memiliki fokus pada pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan hingga infrastruktur.

“Dengan Memasang PAD sebesar Rp. 8 triliun. Untuk porsi kita fokuskan APBD 2025 pada pendidikan sebesar 21 persen dan Kesehatan sebesar 20 persen. Serta untuk infrastruktur,” bebernya.

Fokus APBD disektor kesehatan kata Adi, yakni untuk memberikan jaminan terjangkaunya akses pelayanan dan akses pendidikan oleh warga Surabaya.

“Terjangkaunya akses pelayanan kesehatan dan pembenahan fasilitas kesehatan sehingga akses pelayanan kesehatan lebih mudah dengan ditunjang sarana dan prasarana yang memadai,” tutur Adi.

Baca Juga: Kota Surabaya Uji Coba Perlinsos Digital, Ini Manfaatnya Bagi Penerima Bansos

“Kemudian disektor pendidikan antaranya pembangunan gedung sekolah negeri baru” paparnya.
Selain dua fokus tersebut, infrastruktur juga menjadi program prioritas dalam APBD 2025 tersebut.
Dimana tegas Adi, penanganan banjir di Surabaya diharapkan bisa diminimalisir yakni penganan ketika banjir saat hujan maupun banjir rob. Dengan menitik beratkan pada 3 indikator penanganan banjir yakni memperkecil kedalaman, luas dan lamanya genangan.

“Kemudian, penanggulangan kemiskinan masih juga menjadi prioritas dalam pengalokasian APBD 2025 ini,” ungkap Adi.

Politisi PDIP Surabaya ini menekankan bahwa ke depan pemerintah kota bisa terencana dalam pembangunan sehingga penguatan pelayanan publik yang lebih cepat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Padukan AI dan Wayang

“Kami berharap pemerintah kota bisa merencanakan pembangunan yang lebih baik. Dan tujuan penguatan pelayanan publik bisa lebih cepat diakses oleh warga Surabaya,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, penggunaan APBD Kota Surabaya tahun anggaran 2025 akan diprioritaskan untuk menangani masalah yang ada di Surabaya, seperti pendidikan, pengentasan kemiskinan, fasilitas kesehatan dan pembangunan infrastruktur.

“Kita juga akan memulai pekerjaan jalan diversi Gunungsari, yang mulai dari Jalan Banyu Urip sampai ketemu Gresik terus ke Jalan Wiyung, sehingga akan kita fokuskan ke arah sana yang sesuai dengan RPJMD 2021-2026, dalam visi misi Walikota yang terpilih pada tahun 2021 lalu,” pungkasnya.(ADV)

Berita Terbaru