Isu Bom Pesawat Jemaah Haji Kloter 33 Surabaya, Keluarga Panik

avatar pusaran.net

pusaran.net - Kabar mengejutkan datang dari Tanah Suci. Pesawat yang membawa jamaah haji kloter 33 Debarkasi Surabaya, yang sebagian besar berasal dari Bondowoso, Jawa Timur, terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, Sabtu siang, karena ancaman bom.

Kabar ini membuat keluarga jamaah haji cemas setengah mati. Salah satunya Handayani, yang sengaja datang dari Bondowoso ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk menjemput suaminya, Suwarno. Suwarno sedianya dijadwalkan tiba Sabtu sore.

Baca Juga: Kloter 50–52 Surabaya Resmi Dilepas ke Tanah Suci

"Awalnya kami tidak tahu apa-apa," ujar Handayani.

"Baru setelah menghubungi suami saya lewat telepon, saya tahu pesawatnya mendapat ancaman bom dan harus mendarat darurat di Medan," ujarnya, Sabtu, (21/6/ 2025)

Kecemasan Handayani dan keluarga lainnya begitu terasa. Mereka harus menunggu berjam-jam di depan Asrama Haji, tanpa kepastian kapan kedatangan para jamaah. Namun, rasa cemas itu sedikit terobati setelah Handayani mendapat kabar bahwa suaminya dan jamaah lainnya dalam keadaan baik.

Baca Juga: 760 Jemaah Haji Kloter Awal Surabaya Siap Berangkat, Kondisi Lansia Lebih Prima

"Alhamdulillah, suami saya dan jamaah lainnya selamat. Katanya cuma isu," ujar Handayani, suaranya masih terdengar sedikit gemetar.

"Meskipun harus menunggu lebih lama, yang penting mereka semua sehat dan selamat sampai di Surabaya."

Baca Juga: Sebanyak 18 Kloter Jemaah Haji Jatim Siap Berangkat 

Handayani dan keluarganya pun memutuskan untuk tetap bertahan di depan Asrama Haji Sukolilo hingga kedatangan para jamaah haji kloter 33. Mereka berharap para jamaah bisa segera tiba di Surabaya dengan selamat.

Kegigihan dan kesabaran keluarga ini menjadi cerminan kuatnya ikatan keluarga dan doa yang tak putus untuk keselamatan para jamaah haji Debarkasi Surabaya.(pn3)

Berita Terbaru