Jaksa Pastikan Dokter Gadungan di Surabaya Bakal Dituntut Maksimal

Pusaran.Net - Jaksa memastikan bakal memperberat atau memaksimalkan tuntutan pidana Susanto. Sebab, aksi penipuan sebagai dokter gadungan disebut bukan kali pertama dilakukan.


Kasintel Kejari Tanjung Perak Surabaya Jemmy Sandra mengatakan Susanto diancam pasal 378 KUHP terkait penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun. Namun, hal yang menjadi pertimbangan pihaknya memperberat tuntutan pada Susanto lantaran pernah menipu dan dipidana terkait kasus serupa


Namun, hanya 1 kasus yang diproses pidana. Lalu, Susanto divonis 9 bulan penjara.


"Ancaman dari pasal 378 ini maksimal 4 tahun, di fakta-fakta sidang yang bersangkutan (Susanto). Dia mengaku sudah menipu berkali-kali, pengakuan dia ada 7 kali penipuan, tapi 1 ketahuan di proses hukum di Kutai Timur, yang sisanya ketahuan tapi tidak diproses hukum," kata Jemmy, Kamis (14/9/2023).


Kepada jaksa dan penyidik, Susanto diproses pidana usai aksinya praktik di Kutai Timur terbongkar. Bahkan, hal itu juga disampaikan dalam fakta sidang pada Senin (11/9/2023) lalu.


"Dengan adanya perbuatan berulang itu tentu menjadi hal yang memberatkan kami dalam menjatuhkan tuntutan," ujarnya


Demi memuluskan aksinya, Susanto tinggal nomaden. Ia berpindah dari satu kota ke kota lain dan menggunakan nama target atau korbannya untuk melancarkan aksinya.


Sebab, sambung Jemmy, Susanto tak bisa lagi menggunakan namanya saat beraksi. Begitu juga untuk membuat rekening baru, lantaran statusnya sebagai residivis.


"Susanto ini tinggalnya berpindah-pindah, pernah di Kutai, di Jateng, dan Kalimantan Selatan. Tapi, memang aslinya dari Grobogan, Jateng ya," tuturnya.(pn1).

Berita Terkait