Pusaran.Net - CABANG olahraga (cabor) sepatu roda di ajang Porprov VII Jatim, hari ini Kamis (30/6/2022) atlet sepatu roda Surabaya sama sekali tak mampu mendulang medali.
Di nomor 500 M baik putra maupun putri yang memperoleh medali emas justru dari luar kota Surabaya, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Gresik menjadi juara satunya.
Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
Di nomor 500 M putra, juara pertama di raih Daysabyan Khoirul Akbar dari Kabupaten Lumajang dengan catatan skor akhir 45.269, di susul oleh Rafi Nanda dari Kabupaten Tulungagung dengan catatan waktu 48.180 dan di juara ketiga ada Ibnu Syahri dari Kabupaten Ponorogo dengan catatan waktu 48.687.
Sementara di nomor 500 M putri, juara pertama diperoleh dari Kabupaten Gresik, May Annaya dengan catatan menit akhir 49.803, di susul Cintya Fahtimatuz dari Kabupaten Lumajang dengan catatan nomor 51.938 dan di susul di peringkat ke tiga Billa Ihsan dari Kabupaten Gresik dengan hasil menit 54.273.
Baca Juga: Dari Kader untuk Umat, PKS Jatim Salurkan 71.555 Paket Daging Kurban
Sementara itu, Harun, Sekertaris Umum Koni Jawa Timur mengatakan, Porprov ke VII ini memang berbeda dengan sebelumnya, dimana saat ini para atlet dari kabupaten lebih mendominasi untuk bersaing memperebutkan juara.
"Salah satunya di cabang olah raga sepatu roda ini mayoritas yang juara pertama menduduki peringkat pertama, dimana saat ini para atlet dari kabupaten lebih mendominasi untuk bersaing memperebutkan juara," ujarnya ditemui saat UPP, Kamis (29/6/2022).
Baca Juga: Delta Run Juara Fun Relay Surabaya, Atmosfer “Perang Kecepatan” Panaskan Road to Suroboyo 10K
Sementara itu, dengan kondisi seperti ini, diharapkan Pemerintah sekitar dimana atlet ini berasal bisa di suport dengan bagi apalagi dengan penunjangan fasilitas yang cukup memadai seperti di Lumajang saat ini, tentu prestasi atlet akan meningkat.
"Saya melihat ada perubaham cukup besar di Porprov kali ini jika dulu kota Surabaya mendominasi saat ini sudah mulai merata yang memenangkan pertandingan artinya saat ini kualitas para atlet di daerah sudah mulai bagus dan berkembang. Pemerintah setempat harus mulai peduli dengan para atlet mudanya salah satunya dengan fasilitas," tambahnya Harun.(pn1)
Editor : Wasi