Mufti Anam: Empat Pilar Kebangsaan Jadi Pedoman Hadapi Tantangan Zaman

pusaran.net

pusaran.net - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, menegaskan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi moral bangsa di tengah perubahan global yang kian dinamis. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 15 Oktober 2025.

Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, komunitas lokal, dan berbagai kalangan itu berlangsung dalam suasana dialogis. Dalam paparannya, Mufti menjelaskan bahwa empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, bukan hanya sekadar konsep konstitusional, tetapi merupakan panduan hidup yang harus diaktualisasikan dalam keseharian.

Baca juga: Idul Adha, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

“Empat Pilar ini bukan untuk dihafal, tapi untuk dihidupkan. Kalau ada tetangga kesulitan, kita bantu; kalau ada yang kekurangan, kita sisihkan rezeki. Di situlah Pancasila bekerja,” ujar Mufti.

Empat pilar kebangsaan dikonsolidasikan pertama kali oleh Almarhum Bapak Taufiq Kiemas saat beliau menjabat Ketua MPR RI.

Menurut mantan Ketua HIPMI Jawa Timur itu, bangsa Indonesia beruntung memiliki Empat Pilar sebagai penopang ideologis di tengah berbagai tantangan, mulai dari krisis ekonomi global, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi. Ia menilai, nilai-nilai tersebut telah terbukti menjadi jangkar kebangsaan yang menjaga Indonesia tetap tegak berdiri.

“Banyak negara terguncang oleh konflik dan krisis. Tapi Indonesia tetap kuat karena punya dasar moral dan ideologis yang kokoh,” tambahnya.

Baca juga: MBG Dorong Gizi dan Ekonomi Warga Surabaya

Mufti juga mengingatkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial adalah bagian esensial dari pengamalan Empat Pilar. Ia menyoroti kecenderungan masyarakat modern yang semakin individualistis, padahal semangat kebersamaan adalah energi utama bangsa.

Dalam kesempatan itu, Mufti turut menyinggung tantangan era digital. Ia mengajak masyarakat agar bijak bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun ujaran kebencian yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

Mufti menutup kegiatan dengan pesan reflektif bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus dibumikan di tengah perubahan zaman.

Baca juga: Syaifuddin Zuhri Gantikan Almarhum Adi Sutarwijono Jabat Ketua DPRD Surabaya

“Empat Pilar adalah jangkar yang menjaga kita tetap kokoh di tengah badai zaman. Selama nilainya hidup di hati rakyat, Indonesia akan tetap kuat dan maju,” tutupnya.

Para peserta mengapresiasi kegiatan tersebut karena menghadirkan pendekatan yang tidak sekadar teoritis, tetapi relevan dengan realitas sosial saat ini. Banyak yang menyebut acara ini memberi penyegaran baru dalam memahami makna kebangsaan secara lebih kontekstual dan membumi. (pn2).

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru