Warga di Surabaya Ajak Masyarakat Tidak Mengulang Memori Kelam 1998

avatar pusaran.net

pusaran.net - Kegiatan "Jaga Indonesia" yang digelar di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu, 21 Juni 2026, tidak hanya menjadi ruang bagi warga untuk menuliskan harapan tentang masa depan bangsa. Acara tersebut juga menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak ingin Indonesia kembali mengalami peristiwa-peristiwa kelam yang pernah terjadi di masa lalu.

Melalui dinding harapan yang dipenuhi berbagai pesan dari warga, banyak peserta menyampaikan keinginan agar Indonesia tetap damai, aman, dan terhindar dari konflik sosial yang dapat merusak persatuan bangsa.

Baca Juga: HUT Persebaya ke-99 Ternoda, Tiga Warga Jadi Korban

Koordinator kegiatan, Wildan Iskandar, mengatakan bahwa salah satu tujuan acara adalah mengajak masyarakat belajar dari sejarah dan tidak membiarkan perpecahan kembali terjadi.

“Aksi ini adalah bentuk dukungan kita untuk menguatkan masyarakat agar bersama menjaga negara. Jangan sampai kita mudah diprovokasi dan diadu domba. Apalagi banyak pihak yang ingin memori kelam kerusuhan 1998 terulang,” kata Wildan.

Menurutnya, peristiwa 1998 meninggalkan pelajaran penting tentang besarnya dampak yang dapat muncul ketika masyarakat terpecah dan situasi tidak terkendali. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih mengedepankan dialog, persatuan, dan sikap saling menghormati meski memiliki pandangan yang berbeda.

Baca Juga: Tera Timbangan Gratis, Surabaya Jaga Kepercayaan Pasar

Peserta kegiatan juga menyampaikan pandangan serupa. Mereka menilai kondisi yang aman dan kondusif merupakan modal penting bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan membangun masa depan yang lebih baik.

“Saya tidak ingin anak-anak muda hanya mengenal 1998 sebagai bagian dari sejarah tanpa memahami pelajarannya. Kita harus menjaga agar peristiwa seperti itu tidak pernah terjadi lagi,” ujar Dimas, salah seorang peserta.

Ratna, warga Surabaya yang hadir bersama keluarganya, mengatakan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi permusuhan yang merugikan masyarakat luas.

Baca Juga: Surabaya Catat Perekaman e-KTP 99,68 Persen

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama warga negara. Yang paling penting adalah menjaga Indonesia tetap damai dan bersatu,” katanya.

Melalui kegiatan ini, warga berharap semangat persatuan dapat terus diperkuat di tengah masyarakat. Mereka meyakini bahwa masa depan Indonesia akan lebih baik jika seluruh elemen bangsa mampu menjaga kerukunan dan menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan nasional.

Berita Terbaru