pusaran.net - Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) Jawa Timur resmi memperkenalkan jajaran pengurus baru sekaligus menampilkan kemampuan puluhan atlet muda di OCA Ice Skating Arena, Surabaya, Sabtu (20/6).
Momentum ini menjadi langkah awal FISI Jatim untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus membidik keikutsertaan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Baca Juga: 5.600 Atlet Bersaing di 52 Cabang Olahraga di Porkab Sidoarjo
Penampilan atlet dari nomor figure skating dan short track speed skating menjadi bukti bahwa olahraga musim dingin memiliki potensi besar berkembang di wilayah tropis seperti Jawa Timur.
Ketua Harian FISI Jawa Timur, Sondang Aprilia Siahaan, mengatakan kepengurusan baru yang mulai berjalan sejak Mei 2026 fokus pada pembibitan atlet muda serta perluasan jangkauan pembinaan di berbagai daerah.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki bibit-bibit potensial yang ke depan diharapkan mampu menembus ajang Porprov hingga PON dua tahun mendatang," ujar Sondang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur serta Pengurus Pusat FISI.
Dukungan pun datang dari KONI Jatim. Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menyatakan pihaknya akan mengupayakan agar cabang olahraga ice skating dapat dipertandingkan pada Porprov mendatang.
Menurutnya, jika belum memungkinkan masuk sebagai cabang resmi, ice skating setidaknya dapat hadir dalam bentuk ekshibisi.
"Saya upayakan ice skating dipertandingkan di Porprov, minimal dalam bentuk ekshibisi agar masyarakat mengetahui bahwa ada cabang olahraga ini di Jawa Timur sekaligus merangsang keterlibatan atlet muda," kata Nabil.
Saat ini, pembinaan atlet ice skating di Jawa Timur masih terpusat di Surabaya. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan fasilitas arena es yang belum tersedia di daerah lain.
Meski demikian, FISI Jatim mulai menjaring atlet potensial dari sejumlah wilayah, seperti Sidoarjo, Gresik, Malang, dan Banyuwangi.
Saat ini, FISI Jatim membina sekitar 40 atlet figure skating dan 15 atlet short track speed skating.
Untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur sekaligus mempercepat regenerasi atlet, FISI Jatim menjalin kolaborasi dengan komunitas olahraga sepatu roda.
Baca Juga: Perbakin Surabaya Nonaktifkan Terduga Pelecehan Atlet
Strategi lintas cabang tersebut dinilai efektif karena atlet sepatu roda telah memiliki kemampuan dasar, terutama dalam aspek kecepatan dan keseimbangan.
"Kalau mencari bibit baru dari awal membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, kami berkolaborasi dengan atlet sepatu roda yang sudah memiliki modal kecepatan," jelas Sondang.
Hasilnya cukup menggembirakan. Dalam waktu latihan sekitar satu bulan, para atlet sepatu roda mampu beradaptasi dengan baik di lintasan es.
"Mereka sudah bisa menunjukkan performa yang luar biasa, padahal tetap harus menjalani latihan fisik di klub sepatu roda masing-masing," tambahnya.
Nabil menilai perkembangan tersebut menjadi modal penting dalam persiapan menuju Babak Kualifikasi (BK) Pra-PON 2027.
Menurutnya, dari total 11 nomor pertandingan, sektor short track menyediakan sembilan nomor yang berpotensi dimaksimalkan oleh atlet hasil konversi dari cabang sepatu roda.
Baca Juga: Pengurus Perbakin Surabaya Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Atlet
"Ini performa pemula, tetapi kualitasnya tidak seperti pemula. Potensinya sangat besar untuk diproyeksikan menuju PON 2028," ujarnya.
KONI Jatim juga berencana memetakan kekuatan atlet usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai bagian dari persiapan menghadapi BK Pra-PON yang dijadwalkan berlangsung pada April 2027.
Selain itu, FISI dan KONI Jatim mengusulkan agar batas usia minimal atlet short track speed skating diturunkan dari 14 tahun agar proses pembibitan dapat dimulai lebih dini.
Di tingkat nasional, Indonesia telah menunjukkan prestasi membanggakan di cabang olahraga ini, termasuk meraih medali perak pada SEA Games terakhir.
Ketua Umum PP FISI, Suzan Herawati, optimistis disiplin short track speed skating menjadi sektor unggulan yang dapat membawa Indonesia bersaing di level dunia.
"Kami menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di disiplin short track. Saya melihat potensi di Jawa Timur sangat besar untuk melahirkan skater yang bisa lolos hingga Winter Olympic," ungkap Suzan. (pn3)
Editor : Wasi