pusaran net - Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang mendukung penuh implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, keberhasilan program nasional ini di daerah sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, mitra kerja, dan partisipasi aktif masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Lucy dalam agenda sosialisasi yang dihadiri ratusan peserta di Ballroom Suites Hotel Surabaya, kawasan Genteng, pada Minggu (22/2).
Baca Juga: 293 Santri Manbaul Hikam Tumbang Usai Santap MBG
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah masif DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan pemahaman publik terhadap program unggulan pemerintah tersebut.
"Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar bantuan pangan, tapi investasi besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Manfaatnya harus diterima secara utuh oleh penerima sesuai standar gizi yang telah ditetapkan," ujar Lucy Kurniasari kepada redaksi, Senin (23/2).
Srikandi Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa MBG memiliki efek domino yang positif bagi perekonomian kerakyatan.
Baca Juga: BEM SI Jatim Aksi Simbolik, Soroti Penanganan Bencana dan Dana MBG
Selain fokus pada perbaikan gizi untuk menjawab tantangan masa depan, program ini juga menghidupkan sektor pertanian, peternakan, hingga UMKM di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Di setiap SPPG, ada manajemen profesional yang melibatkan ahli gizi dan tenaga akuntansi untuk menjamin kualitas makanan serta transparansi tata kelola. Di Surabaya sendiri, tren stunting terus menurun, yang membuktikan bahwa pemerataan gizi kita sudah di jalur yang benar,” imbuh Lucy.
Baca Juga: Kick Off Besok, Turnamen Mini Soccer Golkar Jatim Diikuti 176 Tim Pelajar
Sebagai informasi, program MBG merupakan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penguatan gizi nasional.
Langkah ini menjadi salah satu pilar dalam Asta Cita, khususnya pada poin keempat yang berfokus pada penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, serta kesehatan.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menciptakan generasi muda yang tangguh (Gen Z dan Milenial) serta mempercepat pengentasan kemiskinan dengan membangun kemandirian bangsa dari level desa dan daerah.(pn2).
Editor : Wasi