Mufti Anam: Empat Pilar Menjadi Penuntun Bangsa di Era Modern

avatar pusaran.net

pusaran.net - Gagasan mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang dirintis almarhum Taufiq Kiemas ketika menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014 terus digaungkan sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Empat Pilar tersebut meliputi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam empat konsensus dasar tersebut sangat relevan untuk menjawab persoalan bangsa yang semakin kompleks. Ia mendorong masyarakat agar tidak sekadar memahami, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: PAC PDIP Tuban Dilantik, Cium Merah Putih dan Tanam Sukun

Pesan itu disampaikan Mufti saat menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 9 Februari 2026. Acara tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kalangan santri, generasi muda, komunitas perempuan, hingga pelaku usaha.

Menurut Mufti, Empat Pilar bukan sekadar konsep normatif, melainkan pedoman praktis untuk menjaga persatuan sekaligus mendorong kemajuan nasional. Ia mencontohkan pengalaman bangsa Indonesia saat menghadapi pandemi Covid-19, di mana semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci dalam melewati masa sulit tersebut.

Baca Juga: Peringati 1 Juni, PDIP Surabaya Gaungkan Nilai Pancasila Dikalangan Gen Z

Ia juga menekankan bahwa Empat Pilar lahir dari akar budaya dan karakter masyarakat Indonesia sendiri. Karena itu, nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan jati diri bangsa dan tidak bertentangan dengan kearifan lokal yang telah hidup turun-temurun.

Sebagai contoh, Mufti mengulas tentang Pancasila yang berfungsi sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa. Ia mengingatkan bahwa Pancasila digali dari tradisi dan budaya Nusantara oleh Bung Karno, serta pertama kali diperkenalkan dalam pidato 1 Juni 1945.

Baca Juga: Idul Adha, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Menurutnya, semangat yang terkandung dalam Pancasila harus tercermin dalam tindakan nyata, terutama di kalangan generasi muda. Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kembali kepedulian sosial, mempererat solidaritas, dan memastikan tidak ada sesama warga yang terabaikan dalam kesulitan.

“Nilai gotong royong dan saling membantu harus terus dihidupkan. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar adalah wujud konkret pengamalan Pancasila,” ujarnya. (pn2)

Berita Terbaru