pusaran.net - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyapa kader Jawa Timur dengan optimisme tinggi. Hadir dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Jatim di Gedung Dyandra, Surabaya, Jumat (9/1/2026).
Kaesang tak menutupi kekagumannya terhadap kesiapan mesin partai di provinsi ini yang dinilainya melaju jauh lebih cepat dari daerah lain.
Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
Kunjungan Kaesang ke Surabaya bukan sekadar seremonial. Ia menyebut agenda ini sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sekaligus penguatan struktur partai di level bawah.
Hasilnya, PSI Jawa Timur diklaim sudah hampir tuntas membangun kepengurusan tingkat kecamatan dengan capaian 96 persen.
Tak berhenti di situ, Kaesang menegaskan bidikan berikutnya: kelurahan hingga dusun. Baginya, kekuatan partai tak boleh berhenti di papan nama, tapi harus benar-benar terasa di tengah masyarakat.
"Setelah ini langsung lanjut ke tingkat kelurahan.Kalau bisa sampai dusun harus selesai semua. Supaya kebermanfaatan PSI bisa dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput,” ujarnya.
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
Pujian pun mengalir saat Kaesang menyinggung simbol “Gajah Jatim Petarung” yang menjadi identitas kader PSI di Jawa Timur. Ia bahkan secara terbuka membandingkan kekuatan struktur partai di Jatim dengan Jawa Tengah.
“Kalau saya jujur saja, struktur PSI di Jawa Timur jauh lebih baik. Insya Allah ke depan bisa jauh melampaui Jawa Tengah,” tegasnya, disambut riuh kader.
Optimisme itu sejalan dengan target ambisius yang dipasang pengurus PSI Jatim.
Dari posisi awal 11 kursi DPRD kabupaten/kota, PSI membidik lonjakan drastis hingga 100 kursi. Sementara di tingkat DPRD Provinsi Jawa Timur, target delapan kursi dipatok sebagai pijakan serius menatap kontestasi politik berikutnya.
Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya
Di hadapan awak media, Kaesang juga menyoroti peran pemilih muda. Bagi PSI, tantangan terbesar bukan sekadar merekrut kader, melainkan melawan apatisme politik di kalangan generasi Z dan milenial.
“Yang penting anak muda tidak antipati terhadap politik. Tidak harus masuk partai, tapi minimal datang ke TPS dan nyoblos. Siapapun pilihannya tidak masalah, yang penting mau berpartisipasi,” kata Kaesang.
Dengan struktur yang nyaris lengkap, target kursi yang melonjak, dan semangat kader yang diklaim solid hingga tingkat dusun, PSI Jawa Timur kini diposisikan sebagai salah satu etalase utama kekuatan partai berlambang gajah itu menuju pertarungan politik mendatang.(pn2)
Editor : Wasi