pusaran.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pendampingan penuh bagi warga yang menjadi korban ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo. Salah satu bentuk perhatian itu diberikan kepada korban yang harus menjalani amputasi tangan demi menyelamatkan nyawa saat proses evakuasi.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam terhadap warganya yang mengalami musibah berat tersebut.
Baca Juga: Hasto Bantah PDIP Dalangi Sejumlah Demonstrasi ke Pemerintah
“Terkait dengan korban, khususnya warga Surabaya yang mengalami amputasi akibat insiden di lokasi tersebut, pemerintah kota akan memberikan pendampingan penuh,” ujar Eri, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, pendampingan yang diberikan Pemkot Surabaya mencakup pemulihan fisik, psikis, hingga rencana karier di masa depan. Ia menekankan bahwa aspek mental menjadi fokus awal yang sangat penting mengingat besarnya trauma yang dialami korban maupun keluarganya.
Baca Juga: Hotline "Lapor Cak Eri" Terima 87 Aduan Iuran Kampung
“Kami akan memprioritaskan pendampingan psikologis bagi korban dan keluarga. Langkah awal ini sangat krusial. Setelah kondisi psikis korban berangsur membaik dan stabil, barulah kami lanjutkan dengan program pendampingan jangka panjang,” jelas Eri.
Lebih jauh, ia menegaskan Pemkot Surabaya juga akan memastikan keberlanjutan pendidikan dan masa depan korban tetap terjaga. Diskusi mendalam dengan keluarga korban akan dilakukan untuk menentukan langkah terbaik.
“Kondisi ini tentu berat dan berdampak besar terhadap kehidupan korban. Karena itu, kami akan memikirkan masa depannya secara menyeluruh, termasuk memastikan pendidikannya berjalan hingga lulus dan membuka peluang kerja setelahnya,” pungkasnya. (pn2)
Baca Juga: Bayi Lahir di Surabaya Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk Gratis
Editor : Wasi