pusaran.net - Polda Jawa Timur kembali merilis perkembangan proses identifikasi jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Hingga Selasa (7/10/2025) malam, tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentifikasi 17 jenazah dari 18 kantong jenazah yang dikirim ke RS Bhayangkara Surabaya.
Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, serta apresiasi terhadap kerja keras tim DVI yang bekerja siang malam sejak hari pertama kejadian.
“Tim DVI bekerja 24 jam penuh dengan penuh kehati-hatian, seakurat mungkin, dan secepat mungkin, namun tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap jenazah para korban,” ujarnya saat jumpa pers di RS Bhayangkara Surabaya, Selasa (7/10/2025) malam.
Kombes Pol Jules Abraham Abast, juga berterima kasih kepada keluarga korban atas kesabaran dan dukungan mereka, serta kepada semua pihak yang telah membantu proses identifikasi, termasuk rekan media yang terus menyampaikan perkembangan dari hari pertama hingga kini.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. Khusnan Mabilin, selaku Komandan DVI, menyampaikan detail hasil identifikasi 17 jenazah yang berhasil diungkap melalui kombinasi data DNA, medis, properti, hingga sidik jari.
"Dari hasil indentifikas datai DNA, medis hingga sidik jari, baru 17 jenazah,"ungkapnya.
Daftar 17 Korban Teridentifikasi:
1.Muhammad Ahmad Fahmi (15) – Banyuwajuh, Kamal, Bangkalan
2.Muhammad Reza Shafi’i Akbar (14) – Penelengan, Surabaya
3.Habibuddin Yarkasih (13) – Balongsari, Tandes, Surabaya
4.Muhammad Rizki Maulana Syakutra (16) – Wadungasih, Buduran, Sidoarjo
5.Muhammad Ubaidillah (17) – Karangpote, Blega, Bangkalan
6.Bintiawan Narendra Sugiarto (16) – Babat, Lamongan.
Baca Juga: Polisi Bongkar Bisnis SIM Card Ilegal Penjual OTP
7.Muhammad Ali Sirojudin (13) – Dupak, Krembangan, Surabaya.
8.Muhammad Azam Habibi (14) – Sidotopo, Semampir, Surabaya.
9.M. Maulidi Asami Kamil (16) – Karanggayam, Blega, Bangkalan
10. Ahmad Fatoni Abil Falah (17) – Tanjungbumi, Bangkalan.
11. M. Azzan Albi Alfa Iman (17) – Karanggayam, Blega, Bangkalan.
12. Khoirul Muttaqin (18) – Mojoroto, Kediri
13. Farhan (17) – Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya.
Baca Juga: Polis Bongkar Sindikat Penipuan Mobil Online Antarprovinsi
14.Saifuddin (15) – Pajeruan, Geger, Bangkalan.
15.Ahmad Rifari Haikal Nur (17) – Sidokumpul, Gresik
16. Muhammad Ubaidillah (15) – Sungai Kakap
17. Ahmad Albi Fahri (13) – Semampir, Surabaya
Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 34 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Proses DVI (Disaster Victim Identification) masih terus berlanjut dengan pendalaman data antemortem dan postmortem.
“Kami mohon doa agar seluruh jenazah korban yang tersisa dapat segera teridentifikasi, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” tutup Kombes Abast. (pn3)
Editor : Wasi