Hari Ketujuh, 36 Santri Ditemukan Meninggal Dunia, 27 Masih Hilang

avatar pusaran.net
Foto: Wali Santri Ponpes Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo Menahan Kesedihan
Foto: Wali Santri Ponpes Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo Menahan Kesedihan

pusaran.net - Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian dan evakuasi korban ambruknya gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Minggu (5/10) pagi, sebanyak 11 jenazah kembali ditemukan antara pukul 00.36 WIB hingga 06.30 WIB.

Dengan temuan terbaru itu, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 36 orang, ditambah satu bagian tubuh (kaki kanan) yang ditemukan sehari sebelumnya. Potongan tubuh tersebut sementara belum dimasukkan dalam daftar resmi korban meninggal karena masih menunggu proses identifikasi.

Baca Juga: Korban Melawan, Aksi Begal di Jalan Arjuno Surabaya Gagal

Berdasarkan data sementara BNPB, total korban akibat runtuhnya bangunan empat lantai itu mencapai 167 orang. Dari jumlah itu, 140 orang dan satu bagian tubuh telah berhasil ditemukan.

Rinciannya, 104 orang selamat, dengan satu di antaranya telah pulang tanpa perawatan, delapan masih dirawat di fasilitas kesehatan, dan 95 lainnya telah melanjutkan masa pemulihan. Sementara 36 orang meninggal dunia dan satu bagian tubuh telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Baca Juga: 6 Mobil Tabrakan Beruntun di Darmo Surabaya, Satu Terguling

Masih ada 27 orang yang belum ditemukan, berdasarkan daftar absensi santri yang dirilis pihak pondok pesantren. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian tanpa henti dengan sistem kerja 24 jam bergantian.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, PMI, Baznas, Tagana, relawan, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca Juga: Program MBG, Terobosan Strategis Pemerintah Atasi Masalah Gizi

“Upaya pencarian dan identifikasi terus berlangsung dan bersifat dinamis. Data bisa berubah sesuai temuan di lapangan,” ujar Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran pers resminya, Sabtu (4/10/2025) (pn3).

Berita Terbaru