pusaran.net - Penanganan pasca runtuhnya Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran tak hanya fokus pada evakuasi korban. Dinas Sosial Jawa Timur mendirikan dapur umum, krisis center, dan trauma center di lokasi untuk mendukung keluarga korban, santri, relawan, dan tim SAR.
Dapur umum Tagana memasak 4.500 porsi makanan setiap hari, sementara krisis center mengelola data korban yang berhasil dievakuasi. Trauma center pun disiapkan untuk mendampingi keluarga dan anak-anak yang mengalami guncangan psikologis.
Baca Juga: Situbondo Gagas Anyer–Panarukan 3R, Satukan 22 Daerah
“Mulai Senin malam, kami membuka dapur umum lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Fungsinya untuk melayani konsumsi bagi para evakuator, keluarga korban yang menunggu kabar, juga santri dan masyarakat sekitar. Kami memasak 4.500 porsi setiap hari, dalam tiga tahap: pagi, siang, dan malam,” ujar Kadinsos Jatim, Restu Novi Widiani, Jumat (3/10/2025)
Baca Juga: Pemetaan Venue Porprov Jatim 2027 Ditarget Rampung 2 Bulan
Selain itu, puluhan relawan mendapat dukungan khusus berupa suntikan vitamin C dari dr. Benjamin, anggota DPRD Jatim, untuk menjaga stamina mereka yang bekerja siang malam.
Baca Juga: Damkar Surabaya Bersihkan Lokasi Ledakan San Antonio
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat memastikan semangat kemanusiaan tetap terjaga di tengah duka. (pn3)
Editor : Wasi