Negara Turun Tangan, Prabowo Instruksikan Penyelamatan Santri Ponpes Al Khoziny

avatar pusaran.net
Foto : Anggota Basarnas terus berupaya lakukan penyelamatan korban yang masih hidup tertimbun reruntuhan gedung Ponpes di Buduran Sidoarjo
Foto : Anggota Basarnas terus berupaya lakukan penyelamatan korban yang masih hidup tertimbun reruntuhan gedung Ponpes di Buduran Sidoarjo

pusaran net - Suasana duka masih menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran. Di tengah reruntuhan beton yang menelan nyawa para santri, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto berdiri tegak, menyampaikan pesan tegas: pemerintah pusat turun langsung, atas perintah Presiden Prabowo Subianto.

“Tiga korban jiwa sudah teridentifikasi, tapi data sementara menunjukkan masih ada puluhan yang terjebak di bawah reruntuhan,” ucap Suharyanto dengan nada berat, Rabu (1/10/2025)

Baca Juga: Korban Melawan, Aksi Begal di Jalan Arjuno Surabaya Gagal

Baginya, ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan bencana. Karena itu, langkah-langkah penanganan dibagi ke dalam klaster, dimulai dengan pencarian dan pertolongan korban yang dipimpin langsung oleh Basarnas. BNPB, kata dia, siap menopang penuh dari fase darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Evakuasi korban meninggal akan dilakukan setelah kita benar-benar yakin tidak ada lagi korban hidup yang bisa diselamatkan. Prioritas utama kita adalah nyawa,” tegasnya.

Baca Juga: 6 Mobil Tabrakan Beruntun di Darmo Surabaya, Satu Terguling

Suharyanto juga menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden menitipkan duka cita mendalam. Beliau sangat prihatin, dan mendoakan keluarga korban agar tabah dan sabar menghadapi cobaan ini,” katanya dengan suara lirih namun penuh wibawa.

Baca Juga: Program MBG, Terobosan Strategis Pemerintah Atasi Masalah Gizi

Ia menegaskan, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, TNI-Polri, kementerian-lembaga, hingga masyarakat luas, tidak akan tinggal diam. Semua sumber daya dikerahkan agar tragedi memilukan ini segera teratasi.

“Rekan-rekan media, sampaikan kepada masyarakat: negara hadir. Kita tidak akan berhenti sampai semua korban tertangani,” pungkasnya, menutup pernyataan dengan basmalah. (pn1)

Berita Terbaru