pusaran.net - Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan ada upaya kelompok tertentu yang menunggangi aksi unjuk rasa dan memicu kerusuhan pada 29 - 30 Agustus 2025 di Gedung Grahadi Surabaya dan sejumlah pos polisi.
Polisi membedakan antara massa yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan kelompok perusuh yang melakukan tindakan anarkis.
Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
Dia menyebut pelaku kerusuhan berasal dari berbagai latar belakang, mulai swasta, pengangguran, mahasiswa, hingga pelajar SMA/SMK. Sebagian hanya ikut-ikutan, namun ada juga yang merusak pos polisi, fasilitas umum, hingga menyerang aparat.
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
“Kami sudah mengantongi banyak bukti dari CCTV, video masyarakat, dan dokumentasi media. Ini akan dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang sengaja menciptakan kerusuhan di Jawa Timur,” ujar Jules saat jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/9/2025).
Polisi menegaskan akan terus bersinergi dengan Pemprov Jatim, TNI, Satpol PP, ormas, serta tokoh agama untuk menjaga kondusifitas. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh provokasi di media sosial.
Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya
"Kami menghimbau masyarakat tidak terpengaruh provokasi di Medsos. Mari kita jaga suasana kota Surabaya yang damai bersama - sama,"pungkasnya.(pn1)
Editor : Wasi