pusaran.net – Aksi unjuk rasa gabungan sejumlah ornamen massa dan pengemudi ojek online (ojol) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya berakhir ricuh, Jumat (29/8/2025).
Kericuhan mulai pecah sejak pukul 14.41 WIB. Hingga pukul 15.46 WIB, situasi di sekitar Jalan Gubernur Suryo masih mencekam. Massa berpakaian serba hitam merusak ornamen HUT ke-80 RI yang terpasang di gerbang Grahadi, bahkan nekat memasang bendera bajak laut One Piece di pintu pagar utama yang tertutup.
Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
Di dalam area Grahadi, mobil water canon sempat dikerahkan untuk menyemprotkan air ke arah massa. Namun, bukannya bubar, massa justru semakin brutal dengan mencoba menjebol pagar utama.
“Tolong hentikan lemparan. Hentikan lemparan!” teriak petugas keamanan melalui megaphone, namun tak digubris.
Baca Juga: Keluarga Korban Sebut Alat Bantu Mati Saat Kebakaran RS Soetomo
Berdasarkan informasi yang diterima pusaran.net, sedikitnya 12 unit sepeda motor terbakar dalam insiden ini. Seluruh kendaraan yang hangus merupakan milik karyawan dan Satpol PP Pemprov Jatim.
Massa juga melancarkan aksi lemparan batu, kayu, petasan hingga kembang api ke arah aparat. Situasi kian panas ketika barisan polisi yang awalnya bertahan di dalam Grahadi akhirnya keluar ke jalan untuk memukul mundur massa.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kebakaran RSUD dr Soetomo
Hingga pukul 15.42 WIB, meski sudah ditembaki water canon, ribuan demonstran masih bertahan di depan Grahadi. Polisi terus berupaya menghalau agar kericuhan tidak semakin meluas ke pusat kota Surabaya. (pn1)
Editor : Wasi