Ngopi, Coklat, dan Cerita UMKM di JCFF 2025 Surabaya

avatar pusaran.net

pusaran.net - Di tengah riuhnya Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2025 di Kota Lama Surabaya, Sabtu (23/8/2025), sebuah stand kecil berhiaskan toples kaca dan aroma coklat pekat menarik perhatian pengunjung. Stand itu milik Siti Aisyah (35), pelaku UMKM asal Krembangan yang membangun usahanya dari dapur rumah sederhana.

Dengan senyum ramah, Siti menyuguhkan segelas minuman coklat hangat kepada pengunjung. “Awalnya saya cuma bikin olahan coklat untuk anak-anak di rumah. Lama-lama banyak tetangga yang pesan, akhirnya saya coba seriusin usaha ini,” kisahnya.

Baca Juga: Hasto Bantah PDIP Dalangi Sejumlah Demonstrasi ke Pemerintah

Kini, produk coklat racikan Siti bukan hanya diminati tetangga, tetapi juga ikut dipamerkan di salah satu festival kopi terbesar di Surabaya. Bersama puluhan UMKM lain, ia berkesempatan memperkenalkan produknya ke khalayak luas.

JCFF 2025 memang tidak hanya menjadi ajang pesta kopi. Festival ini juga menghadirkan rempah dan coklat sebagai bagian dari kekayaan rasa Nusantara. Menurut Kepala Disbudporapar Surabaya, Hidayat Syah, tahun ini ada 40 UMKM kopi, 10 UMKM coklat, dan 10 UMKM rempah yang ikut serta.

“Event seperti ini jadi ruang bagi kami untuk belajar. Selain bisa ketemu langsung sama pembeli, kami juga bisa bertukar pengalaman dengan pelaku usaha lain. Rasanya bangga sekali bisa tampil di Kota Lama,” ujar Siti.

Baca Juga: Hotline "Lapor Cak Eri" Terima 87 Aduan Iuran Kampung

Pengunjung pun tampak antusias. Beberapa bahkan membeli produk coklat Siti untuk oleh-oleh. “Saya suka karena rasanya masih asli, enggak terlalu manis. Apalagi tahu ini buatan UMKM lokal, jadi makin semangat beli,” kata Arif, pengunjung asal Sidoarjo.

Bagi Siti, pengalaman di JCFF lebih dari sekadar berjualan. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk menggerakkan usaha kecilnya agar naik kelas. “Harapannya, produk ini bisa masuk ke toko oleh-oleh khas Surabaya. Kalau ekonomi jalan, kami pelaku UMKM juga ikut merasakan manfaatnya,” tambahnya.

JCFF 2025 yang berlangsung hingga 25 Agustus itu memang bukan hanya tentang kopi, rempah, atau coklat. Di balik setiap stand, ada kisah perjuangan, mimpi, dan semangat warga Surabaya yang ingin terus maju bersama. (pn1)

Baca Juga: Bayi Lahir di Surabaya Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk Gratis

Berita Terbaru

Umum,

KPPRA Apresiasi MPLS Surabaya yang Humanis

pusaran.net - Koalisi Pegiat Pendidikan Ramah Anak (KPPRA) Indonesia mengapresiasi pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Tahun 2026 di Kota