pusaran.net – Pesta rakyat yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada malam hari tadi berubah menjadi bencana bagi ruang hijau Kota Surabaya. Kerusakan parah terjadi di taman kota, mulai dari tanaman yang rusak akibat diinjak-injak massa, hingga bangku, lampu taman, dan sistem sprinkler yang ikut menjadi korban.
Myrna Augusta Aditya Dewi, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, mengakui bahwa kerusakan terjadi cukup masif.
Baca Juga: Rp57 Miliar Dana Ganti Rugi Fly Over Taman Pelangi Dititipkan di PN
“Kami cek hari ini memang banyak kerusakanbangku taman, lampu-lampu, sprinkler juga ada yang rusak,” ujar Myrna Selasa (19/8/2025).
Meski menyebut telah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk perbaikan, mereka terkesan cuci tangan atas lemahnya pengawasan. Myrna menambahkan bahwa kerusakan tidak hanya di sebagian taman saja, tetapi hampir merata di kanan-kiri serta depan-belakang area.
Baca Juga: DPRD Surabaya Desak EO Ganti Rugi Kerusakan Fasum
“Meskipun enggak semua secara fisik rusak, tapi tanamannya pasti sudah banyak yang keinjak-injak,” ucapnya.
Ironisnya, DLH mengklaim sudah “maksimal” dalam pengamanan, meskipun fakta di lapangan menunjukkan tidak terkondisinya acara dan minimnya kontrol terhadap massa.Hal ini memunculkan pertanyaan besar soal manajemen acara publik yang melibatkan ruang hijau kota.
Baca Juga: Taman di Surabaya Boleh Dipasangi Reklame Komersil , Ini Syarat dan Ketentuannya
Kerusakan ini menambah daftar panjang kelalaian dalam pelaksanaan acara besar yang tidak ramah lingkungan. Warga berharap pihak provinsi tidak hanya sekadar menjanjikan perbaikan, tetapi juga bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, dan ke depannya mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap kegiatan publik. (pn2)
Editor : Wasi