Warga Kemlaten Surabaya Meriahkan HUT RI ke-79 dengan Aneka Lomba

avatar pusaran.net

pusaran.net – Ratusan Warga RT 02 RW 07, Kemlaten XII, Kelurahan Kebraon, Surabaya,berkumpul memeriahkan rangkaian lomba menyambut peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia.

Bagi warga, ini bukan sekadar hiburan. Lomba yang digelar tiap tahun itu menjadi ajang memupuk persatuan, melatih kekompakan, sekaligus menguatkan rasa nasionalisme. Panitia bahkan menyebutnya sebagai “momen menanamkan nilai kebangsaan dari generasi ke generasi.”

Baca Juga: 100 Ekor Kucing di Surabaya Jalani Sterilisasi Gratis

Dari deretan lomba yang digelar, estafet tepung menjadi primadona. Menggunakan kardus panjang sebagai alat, peserta harus menyalurkan tepung dari satu titik ke titik lainnya tanpa menjatuhkannya. Sorakan penonton membuat suasana makin panas, menguji fokus sekaligus mengundang tawa saat tepung tumpah berhamburan.

Keseruan berlanjut di lomba make up pasangan dengan mata tertutup, lomba jepit balon nyunggih tempe, hingga estafet corong air. Tak hanya orang tua yang tampil total, anak-anak juga kebagian panggung lewat lomba kelereng, tiup bola dalam gelas, topi capil cekurukuk, rebut kursi, dan goyang bola dalam kardus.

Ketua Panitia 17 Agustusan, Oky Okta Vianto, mengatakan kegiatan ini selalu dinantikan warga setiap tahun. Menurutnya, lomba-lomba tersebut tidak hanya melatih motorik anak, tapi juga menumbuhkan cinta tanah air dan mempererat kebersamaan.

Baca Juga: MBG Dorong Gizi dan Ekonomi Warga Surabaya

“Kegiatan ini momen penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, sekaligus mempererat silaturahmi, kerukunan, dan keguyuban warga,” ujarnya.
Oky menambahkan, kerja sama antara ibu dan anak dalam lomba menjadi simbol kebersatuan.

“Ini saling berkaitan, bersatu padu, bekerja sama, sekaligus menanamkan rasa percaya diri, kejujuran, dan semangat merdeka,” ucapnya.
Sutrisno, salah satu peserta lomba, mengaku kagum melihat antusiasme warga.

Baca Juga: Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Surabaya Vaganza Festival of Lights

“Suasana kebersamaan terasa sekali. Warga bergotong royong mempersiapkan acara dari awal sampai akhir,” tutur bapak dua anak yang berprofesi sebagai perawat itu.
Bagi Sutrisno, perayaan seperti ini bukan hanya ajang tawa, tapi juga perekat hubungan antarwarga.

“Semangat kemerdekaan tetap hidup, diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Menjelang Puncak Perayaan
Rangkaian kegiatan akan berlanjut hingga puncak perayaan pada Minggu (16/8/2025) malam dengan acara tirakatan dan pentas seni. Warga HP Regency siap membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga merayakan kebersamaan yang hangat, penuh tawa, kerukunan, dan keguyuban. (pn3)

Berita Terbaru