Pusaran.Net - Revolusi Industri 4.0 yang digencarkan oleh pemerintah Indonesia membawa dampak positif pada industri dan infrastruktur. Merespon kebutuhan akan peralatan mesin semakin besar, Machinex: The Industrial Network siap untuk menghadirkan solusi dengan mengimpor produk berkualitas dari China
Ketua Umum CEO Business Forum Indonesia, Jahja B Soenarjo. Menurutnya, selama yang dipilih itu adalah teknologi dan inovasi dari Cina yang tepat guna maka biasanya dapat menekan biaya dan efisien.
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
"Teknologi dan inovasi dari Cina iya dapat menekan harga melambung, namum sayangnya mereka (petani) tidak menerapkan teknologi, beda dengan di Malaysia dan Thailand yang sudah menerapkan teknologi," acara seminar pameran peralatan mesin dari Cina di Surabaya, Kamis (7/9/2023).
General Manager Meorient Indonesia, Larissa Zhou menabahkan, kegiatan ini merupakan yang kelima kalinya, terdapat 500 eksibitor terverifikasi yang akan membawa 12 ribu produk peralatan mesin berkualitas.
"Pada acara sebelumnya, kami berhasil mencatat 10 ribu pengunjung dan dua ribu lading buyer. Angka tersebut diharapkan akan meningkat terutama pada jumlah pembelian," ujarnya.
Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya
Dia menambakan, Surabaya adalah kota pertama diselenggarakannya roadshow ini. Sebagai ibu kota Jawa Timur, Surabaya adalah salah satu kota industri terbesar di Indonesia. Lokasi strategis Surabaya dan
basis industri yang kuat menjadikannya pusat ekonomi penting di Indonesia.
"Surabaya punya peran penting dalam perkembangan industri di Indonesia. Sebagai kota terbesar kedua menjadikan basis ekonomi bagi daerah dinIndonesia Timur,"ujarnya.
Baca Juga: Buang Rumen Kurban ke Sungai Masih Terjadi
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan, trend di Jatim yang pertama adalah manufaktur, perdagangan dan pertanian. Di dalam manufaktur yang paling tertinggi itu adalah pertanian dan pengolahannya yaitu hasil pertanian termasuk padi/ beras.
"Salah satu faktor harga beras melambung adalah produksinya berkurang. Dengan menggunakan teknologi dari Cina itu mungkin bisa menambah teknologi baik dari segi benih, pupuk dan pengolahan lahannya,"tutupnya. (pn1)
Editor : Wasi