Pusaran.Net - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono menilai, kehadiran angkutan umum feeder tidak akan mematikan nasib sopir Mobil Penumpang Umum (MPU) yang selama ini sudah eksis.
Baktiono menerangkan, sebelum feeder ini di lounching Pemkot Surabaya, Walikota Eri Cahyadi dan Dishub Surabaya bersama Komisi C sudah sharing tentang memberdayakan para sopir MPU sebelum feeder mengaspal di jalan.
Baca Juga: Hasto Bantah PDIP Dalangi Sejumlah Demonstrasi ke Pemerintah
“Sebelumnya pengusaha MPU atau Lin sudah kita panggil dan kita berdayakan dengan direkrut jadi driver feeder, jadi tidak perlu khawatir nasib sopir Lin,” terang Baktiono.
Ia membenarkan, saat diskusi dengan pengusaha Lin melalui Organda Surabaya dimana pendapatan Lin turun drastis dampak dari kemajuan taksi online.
Baca Juga: Hotline "Lapor Cak Eri" Terima 87 Aduan Iuran Kampung
“Jadi, transportasi online yang membuat pengusaha angkutan umum di Surabaya berkurang banyak, itu kan perkembangan zaman kita tidak bisa menghindarinya,” tutur anggota dewan Surabaya dari PDIP empat periode ini.
Oleh karena itu, kata Baktiono, Komisi C ingin menyediakan fasilitas transportasi umum yang aman, nyaman, ekonomis, tenang, dan tepat waktu. Dan Pemkot Surabaya sudah menyiapkan itu seperti, Bus Suroboyo, Trans Semanggi.
Baca Juga: Bayi Lahir di Surabaya Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk Gratis
Nah karena akses Bus Suroboyo tidak bisa ke jalan-jalan kecil atau jalan kampung, jelas Baktiono, maka dihadirkan feeder yang bisa mengambil penumpang di jalan kecil.
“Lalu Pemkot Surabaya merekrut sopir Lin untuk menjadi driver feeder. Jadi sudah kita antisipasi, sehingga ketika Lin kalah saing dengan transportasi online maka sopirnya tidak kehilangan kerjaan karena sudah direkrut menjadi driver feeder,” tutur Baktiono.(Adv)
Editor : Wasi