Pusaran.Net - Polisi berhasil mengungkap latar belakang terjadinya kekerasan yang menimpa warga Surabaya dari para anggota gengster. Ternyata mereka melakukan tindakan kekerasan dibawah pengaruh obat keras berbahaya dan minuman alkohol.
Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Edi Hartono menjelaskan bahwa dari hasil interogasi terhadap AD (17), ketua gengster Tojok21surabaya. Saat diinterogasi dia mengaku bahwa ketika hendak tawuran dirinya mengonsumsi pil koplo jenis double l dan miras terlebih dahulu.
Baca Juga: Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri
"Dari keterangan AD, kelompok gengster Tojok21surabaya sebelum melakukan aksi tawuran itu, mereka terlebih dahulu pesta miras dan meminum pil koplo," ujar Edi kepada wartawan, Selasa (7/03/2023).
AKBP Edi menambahkan, dalam pemeriksaan juga terungkap bahwa AD merupakan pendiri dan admin medsos gengster Tojok21surabaya dengan jumlah anggota sekitar 25 orang.
Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
"AD juga sebagai perantara pembelian pil koplo tersebut yang disuplai dari pemuda berinisial B," bebernya.
Sebelumnya, polisi berhasil mengamankan
dua anggota gangster Tojok21surabaya melawan kelompok F.021.R.T di Jalan Kedung Cowek, Surabaya, sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (7/3/2023) dinihari. (pn1)
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
Editor : Wasi