Halaqoh Peta Historiografi NU Jatim Perdana di Muskerwil

avatar pusaran.net

Pusaran.Net - Di arena Muskerwil NU Jawa Timur, yang dilaksanakan di PP Mojosari Nganjuk, di cuilan waktu, saat para peserta sedang mengikuti sidang komisi, dilaksanakan Halaqoh Penulisan Sejarah Nahdlatul Ulama, Peta Historiografi NU lokal Jatim.

Diacara tersebut, saya di daulat untuk menjadi moderator. Sedang nara sumber Mas Ayung Notonegoro LTN Jatim yang juga pendiri Komunitas Pegon, dan Riadi Ngasiran, penulis dan tim pengumpulan sejarah musium 2004 dan penanggungjawab berdirinya Monumen revolusi Jihad 2011. Serta Gus Halim Al Farabi salah satu pengasuh PP Mojosari Nganjuk

Baca Juga: Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

"Dalam perjalanan, tidak boleh ada ruang kosong untuk tidak mempotret atau mendokumen perjalanan sejarah dari suatu peristiwa. Terutama perjalanan Nahdlatul Ulama," kata Ali Anwar Mhd, Sekretaris PCNU Nganjuk dalam rilisnya, Selasa (27/12/2022)

Kata tersebut yang saya tangkap yang menjadi kesepakatan bersama dalam forum dari para Nara sumber.

Semua perjalanan memang harus didokumentasikan dengan tulisan, gambar, dan lainnya. Dalam rangka untuk menjadikan suatu pembelajaran dan warisan bagi para generasi berikutnya.

Baca Juga: Kiai Tajul: Muktamar NU ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

Kegiatan tersebut adalah perdana. Momentum yang diambil adalah di tengah-tengah acara Muskerwil NU Jatim di Mojosari Nganjuk.

Selanjut akan terus bergerak di segmen lain yang akan berputar di berbagai daerah. Di samping tujuan melahirkan karya sejarah NU Jatim, juga bertujuan untuk memotivasi seluruh komponen NU lokal untuk mengangkat sejarah NU lokal masing-masing.

Baca Juga: PKB Jatim Apresiasi Caleg Pendulang Suara

Tentu gagasan tersebut harus diapresiasi. Dan harus ditindaklanjuti oleh semua komponen PCNU, MWCNU, syukur hingga ranting. Semua harus berupaya untuk mendokumenter perjalanan sejarah NU, baik yang sudah berjalan jauh, dekat, dan yang sedang berjalan.

Semoga upaya para penggagas betul-betul bisa dan harus diwujudkan, demi penyelamatan perjalanan sejarah melalui dokumen-dokumen untuk kepentingan atau refrensi para generasi masa depan. Biar tidak ada yang hilang dan membelokkan dari sejarah perjalanan suatu generasi ke generasi berikutnya.(pn1)

Berita Terbaru