Pusaran.Net - Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto menyebut mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya punya posisi penting karena berada di sebuah persimpangan peradaban.
Sabrang saat narasumber Talk Show bertema "Membangun Generasi Cerdas Melalui Sosial Media" di kampus Unesa, Senin, (22/8/2022) mengatakan mahasiswa baru Unesa dituntut menjadi pionir bangsa Indonesia.
Baca Juga: Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri
"Ini ada kasihan-nya juga, maksudnya mereka tidak memilih menjadi itu, tapi persimpangan sejarah mereka harus sadar bahwa mereka punya tanggung jawab yang lebih besar daripada generasi sebelumnya," kata Sabrang.
"Karena mereka adalah generasi pertama yang nattive digital. Mereka generasi yang bisa men-set up kultur di ruang yang baru itu seperti apa," tambah anak budayawan Emha Ainun Nadjib itu.
Di sisi lain, saat disinggung soal fenomena "mahasiswa strawberry", Sabrang menyebut jika putus asa merupakan hal yang wajar atau diperbolehkan. Namun dengan catatan, dia harus bisa kembali bangkit.
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
"Setiap orang ada capeknya kok, kalau capek itu istirahat, bukan putus asa. Jadi, menurut saya, kita tidak mudah mendefinisikan keadaan sekarang," ujarnya.
Ia melanjutkan, saat ini merupakan dimana informasi sangat overload. Bahkan, overthinking dan mental health menjadi problem yang nyata.
Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya
"Mari kita bersama-sama menjalani ini dengan saling menjaga, karena support system terhebat adalah lingkungan," ajaknya.
"Jadi menurut saya Unesa sudah menyediakan lingkungan yang support system untuk apapun yang dihadapi," tuturnya.(pn1)
Editor : Wasi