20 Tahun Tertimbun, Saluran Belakang Pasar Bratang Kembali Dibuka

pusaran.net

pusaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan 21 bangunan liar (bangli) dan lapak yang berdiri di atas saluran air di Jalan Ngagel Nginden Gang Bengkok, kawasan Bratang, Surabaya. Lokasi tersebut berada tepat di belakang Pasar Bratang.

Penertiban dilakukan setelah Pemkot Surabaya menerima aduan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri. Selain menertibkan bangunan, Pemkot Surabaya juga melakukan normalisasi saluran yang telah tertimbun selama hampir 20 tahun.

Baca juga: Langkah Bijak PT PAL Kelola Fasilitas Baru di Lamongan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kota Surabaya, Achmad Zaini mengatakan, penertiban dilakukan setelah melalui tahapan sosialisasi dan pemberian peringatan kepada pemilik bangunan.

“Sudah kami lakukan sosialisasi, kemudian peringatan pertama dan peringatan kedua. Setelah itu, kami lakukan penertiban,” kata Zaini, Rabu (23/9/2026).

Menurut Zaini, terdapat 21 stand atau bangunan di lokasi tersebut. Sebagian digunakan untuk berjualan makanan, sementara beberapa lainnya digunakan sebagai tempat penjualan burung.

“Dalam proses penertiban, sejumlah pemilik bangunan lainnya juga mulai membongkar secara mandiri dengan mendapat bantuan dari petugas Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Zaini mengatakan, proses penertiban ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu pekan. Pemkot Surabaya juga menyiapkan lokasi alternatif bagi pedagang makanan dengan mengarahkan mereka ke sentra wisata kuliner di sekitar Kecamatan Gubeng.

“Kami minta satu minggu. Dalam waktu satu minggu ke depan kami harapkan saluran di bawah bangunan ini sudah bersih,” ujarnya.

Baca juga: Warga Surabaya Diimbau Tidak Panik Hadapi Kasus Influenza A

Setelah bangunan dibongkar, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya melanjutkan pekerjaan normalisasi saluran. Zaini berharap normalisasi saluran tersebut dapat memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir maupun genangan di kawasan Bratang.

“Mudah-mudahan dengan penertiban ini saluran yang ada di bawah bangunan ini akan lancar, kemudian tidak ada banjir, tidak ada genangan, dan pedagang yang ada di pasar kembali menggeliat, pembeli akan masuk ke pasar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Rayon Surabaya Selatan DSDABM Kota Surabaya, Bagus mengatakan, proses normalisasi dimulai pada 20 September 2026. Saluran lama yang berada di bawah bangunan tersebut diketahui telah tertimbun selama hampir 20 tahun.

“Saluran lama yang sudah tertimbun hampir 20 tahun itu kami bongkar. Kedalamannya sekitar 70 sentimeter dan lebarnya sekitar satu meter,” kata Bagus.

Baca juga: TS Park Permudah Transaksi dan Monitoring Pendapatan Parkir Surabaya

Dari proses pengerukan, petugas mengangkut sekitar tujuh dump truck material sedimen, sementara lima dump truck lainnya proses pengangkutan. “Kalau dikalkulasi, sekitar 48 meter kubik sedimen yang ada di saluran tersebut,” ujarnya.

Normalisasi dilakukan sepanjang sekitar 150 meter di sisi selatan area yang ditertibkan. Bekas lantai bangunan atau warung yang sebelumnya menutup saluran juga dibongkar agar saluran dapat kembali berfungsi.

“Selain itu, penutup saluran yang mengalami kerusakan akan diganti menggunakan penutup beton pracetak atau precast,” pungkasnya. (pn2)

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru