pusaran.net - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya mengungkapkan sebanyak 20 dari 24 orang yang diamankan polisi usai aksi demonstrasi ricuh di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6/2026) malam, telah dipulangkan. Sementara empat orang lainnya masih menjalani proses hukum setelah hasil tes urine menunjukkan positif narkoba.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir, mengatakan pihaknya melakukan pendampingan terhadap para peserta aksi yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya.
Baca juga: Front Anti Kapitalisme Ancam Akan Gelar Aksi Lebih Besar
Menurutnya, dari 24 orang yang diamankan, terdapat empat mahasiswa, dua anak berusia 16 tahun, sedangkan sisanya merupakan pekerja informal. Tiga mahasiswa berasal dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) yang diketahui ikut dalam massa aksi. Sementara sebagian besar lainnya disebut bukan bagian utama dari kelompok demonstran.
Fatkhul menjelaskan, empat orang yang masih menjalani proses hukum merupakan pekerja informal yang hasil tes urinenya positif narkoba. Selain itu, mereka juga diduga terlibat dalam aksi pelemparan dan perusakan pagar barikade petugas saat demonstrasi berlangsung.
"Semuanya diputuskan dipulangkan, kecuali empat orang yang positif narkoba karena perkaranya dilimpahkan ke Satreskoba dan masih menunggu rekomendasi dari mereka. Sedangkan 20 orang lainnya dipulangkan dengan kewajiban wajib lapor," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Baca juga: Demo Ricuh! Massa Serbu Grahadi dan Lempari Polisi
Terkait proses pengamanan demonstrasi, Fatkhul menilai tindakan aparat kepolisian secara umum telah berjalan sesuai prosedur. Hingga kini pihaknya juga belum menemukan informasi yang cukup untuk menyimpulkan adanya dugaan kekerasan saat pembubaran massa.
Meski demikian, KontraS mencatat seorang peserta aksi mengalami luka di bagian wajah ketika diamankan. Pihaknya masih mendalami penyebab luka tersebut.
Baca juga: BEM Se-Jatim Desak Pemerintah Hapus MBG dan KDMP
Selama proses pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya hingga Sabtu siang, kondisi para peserta aksi yang diamankan disebut dalam keadaan baik. Untuk peserta yang masih di bawah umur, polisi juga telah memanggil orang tua masing-masing guna mendampingi pemeriksaan dan proses pemulangan.
Sebelumnya, demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi berujung ricuh setelah sebagian massa melakukan pelemparan dan merusak pagar kompleks Grahadi. Polisi kemudian membubarkan massa dan mengamankan puluhan orang untuk menjalani pemeriksaan. (pn1)
Editor : Wasi