Serap Aspirasi Warga Kebangsren, Cahyo Harjo Tekankan Penguatan SDM

pusaran.net

pusaran.net - Anggota DPRD Jawa Timur Komisi E, Cahyo Harjo Prakoso, menggelar kegiatan reses di Kebangsren 1, RT 03, RW 03, Genteng, Surabaya, Sabtu (14/2/2026). Dalam forum dialog bersama warga itu, sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari pendidikan, kesehatan, penguatan UMKM hingga persoalan agraria.

Politisi asal Partai Gerindra ini, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama pembangunan daerah. Menurutnya, sektor pendidikan, layanan kesehatan, dan jaminan sosial harus diperkuat agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.

Baca juga: Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

“Kita ingin pembangunan di Jawa Timur ini betul-betul berangkat dari penguatan sumber daya manusia. Pendidikan harus baik, layanan kesehatan mudah diakses, dan jaminan sosial tepat sasaran,” ujar Cahyo di hadapan warga Kembangsren 1


Dalam sesi dialog, warga menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur sekolah usia dini yang dinilai masih perlu perhatian. Mereka berharap adanya dukungan anggaran untuk memperbaiki fasilitas belajar anak-anak.

Menanggapi hal itu, Cahyo menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut.

“Fasilitas pendidikan anak usia dini tidak boleh diabaikan. Ini fondasi generasi kita ke depan. Aspirasi ini akan kami bawa dan perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” tegasnya.

Baca juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut

Tak hanya soal pendidikan, warga juga mendorong pengembangan Kebangsren sebagai kampung wisata berbasis UMKM. Gagasan tersebut dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Kalau potensi kampung ini bisa dikembangkan menjadi kampung wisata dan sentra UMKM, tentu dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat. Ini perlu kolaborasi semua pihak,” kata Cahyo.

Sementara itu, persoalan agraria juga menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Warga meminta adanya kepastian hukum terkait lahan yang masih menyisakan persoalan.

Baca juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya

Kembali Cahyo menegaskan, bahwa penyelesaian masalah agraria harus dikaji secara komprehensif dan tidak boleh bertentangan dengan regulasi.

“Permasalahan agraria ini sensitif dan harus diselesaikan dengan kajian mendalam. Kita ingin solusinya adil, sesuai aturan, dan tidak menimbulkan persoalan hukum baru,” tandasnya.

Kegiatan reses itu menjadi momentum penting dalam menyerap aspirasi sekaligus memastikan program strategis pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput. (pn2).

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru