PKB Jatim Percaya Diri Rebut Kursi Gubernur Jika Mekanisme DPRD Berlaku

pusaran.net

pusaran.net - Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Timur menyiapkan langkah menuju kursi Gubernur Jawa Timur, jika mekanisme pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD. Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, secara terbuka mengakui bahwa posisi Jatim 1 merupakan target politik yang realistis bagi partainya.

“Soal Jatim 1, semua partai pasti punya target yang sama. Bukan hanya PKB,” kata Halim, usai Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) dan orientasi politik di Surabaya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Baca juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk

Halim menilai apabila kepala daerah dipilih melalui DPRD, kontestasi akan lebih rasional dan akuntabel. Menurutnya, pada level provinsi, pemilihan oleh parlemen daerah justru lebih relevan dengan karakter kewenangan gubernur.

"Kalau dipilih DPRD, pasti banyak yang berminat karena lebih akuntabel dibanding dipilih langsung oleh rakyat,” katanya.

Ia menjelaskan secara administratif provinsi tidak memiliki wilayah operasional langsung seperti kabupaten atau kota. Gubernur berperan sebagai koordinator lintas daerah sekaligus representasi pemerintah pusat di daerah.

“Dulu saya bilang ke teman-teman di DPRD Jawa Timur, saya ini belum punya wilayah. Keluar dari Indrapura itu sudah wilayah Surabaya, ke utara itu wilayah Gresik. Maka sangat layak kalau gubernur dipilih oleh DPRD,” ujar Halim.

Baca juga: Dari Kader untuk Umat, PKS Jatim Salurkan 71.555 Paket Daging Kurban

Pernyataan Halim ini menjadi sinyal bahwa PKB tengah membaca peluang politik dalam berbagai kemungkinan perubahan sistem pilkada. Jika skenario pemilihan melalui DPRD benar-benar diterapkan, maka kekuatan fraksi, soliditas koalisi, dan kemampuan membangun konsensus politik di parlemen daerah akan menjadi faktor penentu kemenangan.

Karena itu, kepengurusan baru DPW PKB Jatim disusun tidak hanya dengan komposisi relatif muda, tetapi juga dengan orientasi penguatan struktur hingga level legislatif. Muskerwil menjadi forum untuk menyatukan visi, memperkuat disiplin organisasi, serta memastikan mesin politik partai bekerja efektif.

Halim menegaskan, strategi PKB tidak bersifat jangka pendek atau sekadar respons atas wacana nasional. Partainya menyiapkan fondasi politik jangka panjang, baik dalam konteks mempertahankan basis pemilih muda maupun membangun kekuatan di parlemen.

Baca juga: PAN Jatim Panaskan Mesin Pemilu 2029

Meski peluang pemilihan lewat DPRD masih menjadi perdebatan di tingkat nasional, PKB Jatim memilih bersiap untuk semua kemungkinan. Bagi partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang ini, perubahan sistem justru membuka ruang kontestasi yang berbeda.

Dengan konsolidasi internal yang diperkuat, penguatan fraksi di DPRD, serta komunikasi politik lintas partai, PKB menilai peluang menuju kursi Gubernur Jawa Timur akan semakin terbuka jika skenario tersebut terealisasi. “Yang kami siapkan bukan hanya untuk satu momentum, tapi untuk masa depan Jawa Timur,” pungkas Halim. (pn

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru