pusaran.net – Aparat kepolisian menindak dugaan praktik prostitusi di sekitar kawasan eks lokalisasi Dolly, Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa patroli gabungan antara Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya akan terus dijalankan sebagai langkah pencegahan.
“(Patroli) kita tetap jalan terus. Kita koordinasi dengan Polrestabes Surabaya, sama seperti di (eks lokalisasi) Moroseneng,” ujar Wali Kota Eri saat meninjau Pasar Murah di Gedung Pandan Sari, Kandangan, Benowo, Minggu (16/11/2025).
Baca juga: Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri
Ia menekankan bahwa lokasi penindakan bukan berada di area Dolly, melainkan rumah kos di sekitar kawasan tersebut. “(Penindakan) itu bukan di Dolly-nya, tapi di kos-kosan. Kalau Dolly-nya clear, aman,” jelasnya.
Meski begitu, Eri memastikan pengawasan akan terus dilakukan tanpa jeda. “Kami selalu bergerak terus (melakukan patroli), sampai sekarang tidak pernah berhenti,” tegasnya.
Baca juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
Ia menambahkan, pemantauan intensif di sejumlah titik — termasuk eks lokalisasi Moroseneng dan Dolly — terus dilakukan bersama Polrestabes Surabaya.
“Mulai Moroseneng – Dolly, kita join terus sama Polrestabes. Itu tergantung warganya. Makanya saya titip kepada warganya,” ujarnya.
Baca juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
Terkait terduga pelaku yang telah diamankan, Eri meminta kepolisian memberikan sanksi berat bagi mereka yang terbukti terlibat dalam praktik prostitusi. “Tersangkanya sanksi berat, karena yang seperti ini (prostitusi) haram,” pungkasnya. (*)
Jika mau, saya bisa buatkan judul alternatif, versi pendek, atau versi klikbait.
Editor : Wasi