pusaran.net - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban runtuhnya gedung Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, resmi ditutup pada hari kesembilan, Selasa (7/10/2025).
Penutupan operasi dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam apel penutupan yang dihadiri berbagai unsur, di antaranya Sekda Jawa Timur Adhy Karyono mewakili Gubernur Jatim, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Direktur DSDD BNPB Agus Rianto, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan tinggi Basarnas.
Baca juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
Syafii menyampaikan, keputusan penutupan operasi diambil setelah tidak ada lagi korban ditemukan sejak penemuan terakhir pada Senin (6/10/2025) pukul 21.03 WIB. Proses pembongkaran material reruntuhan juga dinyatakan telah mencapai 100 persen.
“Atas dasar Undang-Undang serta pertimbangan dari semua pihak, saya selaku Search Coordinator menyatakan Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia Bangunan Runtuh Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo dinyatakan ditutup,” ujar Syafii.
Dalam tahap akhir, tim SAR melakukan pengecekan ulang guna memastikan tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan korban.
Baca juga: Dari Kader untuk Umat, PKS Jatim Salurkan 71.555 Paket Daging Kurban
Hingga operasi berakhir, total korban tercatat 171 orang, terdiri dari 104 selamat dan 67 meninggal dunia, termasuk 8 body part yang ditemukan. Seluruh jenazah telah diserahkan ke Tim DVI Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi.
Kabasarnas juga memberikan apresiasi dan piagam penghargaan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat sejak hari pertama operasi.
Baca juga: PAN Jatim Panaskan Mesin Pemilu 2029
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur tim gabungan SAR Nasional yang telah bekerja tanpa kenal lelah,” tuturnya.
Adapun unsur yang terlibat meliputi BASARNAS, BNPB, Kantor SAR Surabaya, BSG, TNI-Polri, BPBD Provinsi Jatim dan Kabupaten/Kota, PMI, Damkar, hingga berbagai potensi SAR dan organisasi relawan, termasuk Banser, MDMC, LPBI NU, SAR Astra, dan BAZNAS. (pn3).
Editor : Wasi