Pusaran.Net - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menangkap dua terduga pelaku pembunuhan perempuan berinisial N, yang jenazahnya ditemukan di Gudang Peluru, Benteng Kedung Cowek.
“Kami telah mengamankan dua orang terkait penemuan jenazah tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Ryzki Wicaksana, kepada media, Selasa (9/5).
Baca juga: Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri
Arief mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap itu, merupakan orang terdekat dari korban. Satu orang di antaranya bahkan disebut sebagai mantan kekasihnya.
“Inisial [dua orang yang ditangkap] R dan Y, yang satu teman, yang satu mantan pacarnya. Statusnya ada yang pelajar,” ucapnya.
Tapi, Arief belum membeberkan apa motif dua pelaku itu menghabisi nyawa N. Ia mengatakan hal itu akan ia sampaikan segera.
“Dalam waktu dekat kami akan rilis untuk ungkapnya,” pungkas dia.
Sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan warga di kawasan cagar budaya Benteng Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (7/5). Saat ditemukan, kondisi jenazah mulai mengering dan mengeluarkan aroma busuk.
Baca juga: Kota Surabaya Uji Coba Perlinsos Digital, Ini Manfaatnya Bagi Penerima Bansos
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Arief Ryzki Wicaksana membenarkan penemuan mayat di Gedung Peluru tersebut.
"Ditemukan warga Minggu malam pukul 18.30 WIB. Dugaan kami sudah lebih dari 2 pekan," ucap Arief.
Sementara itu, jenazah itu diduga kuat merupakan N (14), siswi SMPN di Surabaya. Hal itu diucapkan pengacara keluarga korban, M Sholeh.
Menurut keterangan dari pihak keluarga, kata Sholeh, N meninggalkan rumah pada 16 April 2023. Sejak saat itu N tak pernah pulang. Keluarga pun menyebar informasi orang hilang.
Baca juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
"Izin kepada keluarganya keluar rumah untuk kerja kelompok. Tapi sampai malam hari tidak pulang. Dikroscek kepada teman-temannya ternyata tidak ada kerja kelompok," kata Sholeh.
Dia berharap, pihak polisi mengungkap temuan mayat tersebut, untuk memastikan apakah jenazah itu merupakan N atau bukan.
"Jika memang N adalah korban pembunuhan, kami minta pelakunya segera tertangkap dan diproses secara hukum," ujarnya. (pn3).
Editor : Wasi