Soekarwo : 246 Rumah Rusak Akibat Gempa Sapudi

pusaran.net

Pusaran.Net - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan, gempa bumi berkekuatan 6,3 skala richter (SR) di 61 kilometer timur laut Situbondo pada Kamis (11/10/2018) dini hari berdampak parah di wilayah Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bahkan dari data sementara, 246 unit rumah warga Pulau Sapudi, mengalami keeusakan akibat guncangan gempa tersebut.

"Kerusakan rumah ada 246. Yaitu 210 untit di Gayam dan di Nunggunong ada 36 unit rumah. Rumah yang rusak berat itu ada 30 unit, yang sedang 80 unit, dan rusak ringan itu 100 unit," kata Soekarwo seusai meninjau lokasi gempa, Kamis (11/10/2018) Siang.

Soekarwo mengungkapkan, dari semua bangunan yang rusak, dua unit rumah di antaranya benar-benar rata dengan tanah. Selain itu ada juga satu masjid, dan satu madrasah diniah yang rusak parah.

Terkait kemungkinan meliburkan sekolah akibat peristiwa tersebut, Soekarwo menyatakan tidak akan melakukannya. Itu tak lain karena peristiwa tersebut tidak sampai merusak fasilitas sekolah. "Sementara endak (meliburkan sekolah). Tetap normal sekolah. Karena hanya satu Diniah yang rusak parah itu," ujar Soekarwo.

Soekarwo menngingatkan, masyarakat yang rumahnya rusak akibat peristiwa tersebut tidak merasa khawatir. Itu tak lain karena biaya proses peebaikan nantinya akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Privinsi Jawa Timur. Proses pembangunan nantinya dijalankan oleh jajaran TNI dari Kodam V/ Brawijaya.

Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengungkapkan, pihaknya menerjunkan 30 pasukan ke lokasi gempa. Pasukan tersebut nantinya akan membantu mendata rumah-rumah yang rusak, dan melakukan klasifikasi terkait rumah yang masuk kategori rusak parah, sedang, dan ringan.

"Kita terjunkan 30 pasukan. Mereka ke sana membawa alat-alat untuk mendata dan memperbaiki rumah-rumah di sana. Sementara mendata dulu rumah-rumah yang rusak, kemudian dinilai anggarannya berapa," ujar Arif.

Selain menerjunkan tim yang bertugas melakukan pendataan rumah rusak, Kodam V/ Brawijaya juga menurunkan 10 orang tim medis. Terdiri dari satu dokter bedah, satu dokter umum dan delapan perawat. (odo)

Editor : Pak RW

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru