pusaran.net - Doa meminta hujan menggema dari Masjid Istiqlal hingga sejumlah daerah di Kalimantan di tengah karhutla yang masih melanda.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. K.H. Arif Fahrudin, M.Ag. menyerukan agar ikhtiar lahir dan batin berjalan bersamaan.
Baca Juga: DLH Surabaya Pastikan Kualitas Udara Tak Terpengaruh Karhutla Sumatra-Kalimantan
"Pemerintah sedang berjibaku memadamkannya. Rakyat sedang kesusahan terdampak kesehatannya, lingkungannya terpapar polusi asap, pendidikan anak-anaknya terganggu, aktivitas perekonomian tersendat," ujarnya dari Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (16/10). "Kejar pembakar lahan hutannya. Ikhtiar langit harus terus disertakan. Doa, istighfar, tobat, dan solat Istisqo mari digelar. Hasbunallah," ajaknya.
Ketua Umum MUI Jambi Dr. KH. Muhammad Umar Yusuf, MHI bersama Sekretaris Umum Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd menerbitkan surat edaran resmi agar seluruh jajaran MUI, pengurus masjid, para ulama, dan pondok pesantren melaksanakan sholat Istisqa serta membaca Qunut Nazilah setiap Jumat, memohon hujan yang membawa rahmat dan keberkahan.Dari Kalimantan Selatan, Sekretaris Umum MUI Dr. H. Nasrullah AR mengajak masyarakat melaksanakan sholat istighfar, "agar kita terhentikan dari musibah kebakaran lahan, kekeringan, dan kemarau panjang," ujarnya.
Gerakan doa itu nyata di lapangan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati, dirangkai doa bersama lintas agama. "Hari ini, selain umat Muslim, umat agama lain juga melaksanakan doa bersama dengan satu tujuan. Kita berharap hujan segera turun," ujar Bupati Kutai Kartanegara. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak masyarakat Salat Istisqa di Griya Agung Palembang.
"Upaya sudah kita lakukan secara harfiah, kita sudah berjuang semua pihak. Tentu kita memohon kepada Allah SWT untuk diberikan hujan," ujarnya. Istisqa juga digelar Polsek Binawidya Padang dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Baca Juga: Lawan Jambret Demi Istri, Kapolri Minta Kasus Hogi Dikaji Ulang
Di sisi lain, negara menindak tegas mereka yang membakar lahan. Bareskrim Polri menetapkan sembilan perusahaan sawit sebagai tersangka karhutla, dengan tujuh di antaranya berlokasi di Kalimantan Barat.
"Total laporan polisi sebanyak 98 laporan polisi, sedangkan total luas lahan terbakar seluas 25.600,26 hektare, total tersangka adalah 9 tersangka," kata Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Pipit Subiyanto, Rabu (14/10/2026).
Sebanyak 223 orang juga ditetapkan sebagai tersangka dari 273 laporan polisi, tersebar di 12 kepolisian daerah.
Baca Juga: Galang Dana untuk Korban Banjir, ILUNI UI Dapat Rp 1 Miliar dari Ahmad Sahroni
Penanganan di lapangan berjalan besar. Sebanyak 10.700 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan diterjunkan di Kalimantan Tengah, didukung lima helikopter _water bombing_ serta operasi modifikasi cuaca siang dan malam. BNPB mencatat Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi kian membaik, sementara Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masih menjadi prioritas. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Malaysia terkait tawaran bantuan. Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak sepanjang 18 Agustus hingga 13 Oktober, sebagai dampak asap dari lahan yang dibakar.
Karena itu, seruan para ulama bukan sekadar rutinitas. Doa menyertai kerja keras petugas di lapangan, penindakan terhadap korporasi pembakar lahan, dan usaha pemerintah memadamkan api. Sebagaimana disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, ini bukan waktunya saling salahkan dan mencaci maki. Semoga Allah segera menurunkan hujan, memadamkan asap, dan menyelamatkan anak-anak kita. (pn3).
Editor : Wasi