Pemain Soekarno Cup Gotong Royong Bantu Mahasiswa NTT di Surabaya

avatar pusaran.net

.pusaran.net - Di tengah kekhawatiran mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Surabaya terhadap keluarga mereka yang terdampak gempa, sebuah kepedulian datang dari lapangan hijau.

Para talenta muda yang sedang berlaga dishare Soekarno Cup 2026 bergotong royong mengumpulkan dan menyalurkan bahan kebutuhan pokok untuk membantu mahasiswa NTT yang tengah bertahan jauh dari kampung halaman, Selasa (18/8/2026). Bantuan tersebut diharapkan menjadi penguat di tengah kecemasan karena sebagian orang tua mahasiswa sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, PDIP Surabaya Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Juru Bicara Soekarno Cup 2026 sekaligus legenda Timnas Indonesia, Yusuf Ekodono menyebut, bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para mahasiswa rantau yang keluarganya terdampak bencana gempa bumi di mana sebagian dari mereka kini kesulitan mendapatkan kiriman dari orang tua yang sedang tertimpa musibah.

"Saya mendampingi perwakilan teman-teman talenta muda  sepak bola Soekarno Cup memberikan sedikit bantuan meringankan beban para korban bencana gempa di NTT," ujar Yusuf.

Ia pun berharap bantuan yang diberikan dapat menyokong kebutuhan harian mahasiswa agar tetap bisa fokus dalam menempuh studi meskipun tengah berada dalam situasi sulit. 

"Semoga bantuan yang sedikit ini bermanfaat untuk adik-adik mahasiswi-mahasiswa yang menempuh studi di Kota Surabaya. Dan untuk keluarga yang terdampak bencana semoga diberikan ketabahan," tutur Yusuf yang ikut mempersembahkan medali emas bagi Timnas Indonesia pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina, prestasi yang baru bisa diulang kembali oleh Timnas 32 tahun kemudian pada 2023.

Selain dari hasil gotong royong para pemain, ajang Soekarno Cup juga menggalang gotong royong yang akan disalurkan ke NTT pada final yang akan digelar pada 24 Agustus 2026. Soekarno Cup sendiri sedang berlangsung di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, 10-14 Agustus 2026 dengan diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi.

Baca Juga: Gempa M 5,7 Kembali Guncang Ruteng NTT

Aksi empatik para pemain muda Soekarno Cup pun disambut haru. Salah seorang mahasiswi asal Kabupaten Nagekeo, Lilis Hermini, menceritakan kondisi memprihatinkan di kampung halamannya. Terlebih, Kabupaten Nagekeo merupakan wilayah yang paling parah terdampak bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

"Di sana kondisinya sangat-sangat memprihatinkan. Untuk bantuan ke kabupaten kami, khususnya yang ke kampung-kampung yang aksesnya lebih parah, banyak bantuan yang tidak sampai," ungkapnya.

Lilis juga mengakui bahwa bencana ini berdampak langsung pada kelancaran akademiknya di Surabaya. "Orang tua saya lagi kesulitan. Saya sedih sekali," tuturnya.

Sementara itu, Litvina, mahasiswi asal Manggarai, menyampaikan bahwa daerahnya merupakan salah satu lokasi dengan dampak terparah, termasuk adanya korban jiwa. Putusnya jaringan komunikasi menyulitkan koordinasi bantuan dan pemantauan kondisi keluarganya.

Baca Juga: Begini Pesan Wali Kota Eri kepada 98 Paskibraka 

"Jaringan-jaringannya putus. Saya lihat di berita banyak yang kelaparan, jadi mohon pemerintah segera beri perhatian ke daerah terdampak," tuturnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih tulus. Bagi mereka yang merupakan anak rantau, bantuan dari para talenta muda Soekarno Cup ini dianggap sangat tepat sasaran di tengah kekhawatiran mereka terhadap kondisi di NTT. 

"Kami di sini merasa khawatir dengan kondisi orang tua karena akses segala-galanya susah. Terima kasih kakak, ini sangat bermanfaat sekali buat kami sebagai anak rantau," pungkasnya. (pn3)

Berita Terbaru