pusaran.net - Gelaran perdana Suroboyo 10K 2026 bukan sekadar menghadirkan hampir 3.000 pelari di Kota Pahlawan. Ajang yang menjadi seri kedua The Ultimate 10K Series powered by bank bjb itu justru memunculkan satu identitas baru yang mencuri perhatian nasional: pelari Surabaya dinilai paling berani memacu kecepatan.
Sebanyak 2.897 peserta memadati kawasan Balai Kota Surabaya, Minggu (7/6/2026). Namun di balik tingginya partisipasi tersebut, atmosfer kompetitif yang tercipta di sepanjang lintasan menjadi sorotan utama penyelenggara.
Baca Juga: Menuju PON 2028, MPI Jatim Bangun Arena Obstacle Standar Kompetisi
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo mengungkapkan, CEO KG Media Andi Budiman melihat Surabaya memiliki karakter berbeda dibanding kota-kota lain dalam rangkaian The Ultimate 10K Series.
"Nah, di Surabaya ini atmosfer kompetitifnya terasa lebih kuat, lebih wani. Karakter pelarinya terasa lebih berani untuk push pace dan saling memacu satu sama lain. Bahkan cuaca panas Surabaya justru seperti menambah semangat para pelari untuk tampil lebih cepat," kata Adi.
Karakter tersebut menjadi warna tersendiri bagi Suroboyo 10K. Di tengah tantangan suhu dan kelembapan khas Kota Surabaya, para peserta justru menjadikan kondisi tersebut sebagai pemicu untuk menguji batas kemampuan mereka.
Fenomena itu sekaligus menunjukkan perkembangan budaya lari di Indonesia yang semakin kompetitif. Jika sebelumnya event lari identik dengan gaya hidup sehat dan rekreasi, kini semakin banyak pelari yang menjadikan ajang 10 kilometer sebagai arena pembuktian performa.
Baca Juga: Delta Run Juara Fun Relay Surabaya, Atmosfer “Perang Kecepatan” Panaskan Road to Suroboyo 10K
Ketua Komisi Pemassalan PB PASI Satyo Haryo Wibisono menilai tingginya antusiasme peserta menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga lari nasional.
"Kami melihat kualitas kompetisi di Suroboyo 10K berjalan baik. Antusiasme peserta tinggi dan penyelenggaraan lomba mampu menghadirkan pengalaman berlari yang positif. Ini menjadi indikator bahwa budaya lari di Indonesia terus berkembang dan semakin diminati masyarakat," ujarnya.
Tak hanya dari sisi olahraga, penyelenggaraan Suroboyo 10K juga memperlihatkan dampak yang lebih luas. Aktivitas race weekend yang dimulai melalui Race Pack Collection di Pos Bloc Surabaya melibatkan komunitas, tenant lokal, hingga UMKM yang tergabung dalam area bjb Teras Lokal.
Baca Juga: Eri Cahyadi Matangkan Strategi Surabaya Sambut Porprov Jatim 2027
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi menilai antusiasme masyarakat pada event perdana ini menjadi bukti bahwa Surabaya memiliki peluang besar berkembang sebagai destinasi sport tourism nasional.
"Tentu kami melihat Suroboyo 10K ini memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang ke depannya. Sebagai event perdana, antusiasme masyarakat hari ini luar biasa," ujarnya.
Dengan atmosfer kompetitif yang kuat, dukungan masyarakat di sepanjang lintasan, serta tingginya partisipasi peserta, Suroboyo 10K tidak hanya sukses sebagai event perdana. Ajang ini juga mempertegas identitas baru Kota Surabaya sebagai kota pelari yang berani, kompetitif, dan siap menjadi salah satu barometer lomba lari nasional. (pn3)
Editor : Wasi