pusaran.net - Ribuan pelayat memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, untuk mengantarkan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono ke peristirahatan terakhirnya.
Mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh politik lintas partai, hingga masyarakat umum hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang akrab disapa Cak Awi tersebut.
Meski dikenal sebagai kader PDI Perjuangan, prosesi pemakaman Cak Awi juga dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai partai politik.
Baca Juga: Idul Adha, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut terlihat berada di lokasi pemakaman, menyatu bersama para pelayat yang larut dalam suasana duka.
Sebelum dimakamkan di TPU Keputih, jenazah Cak Awi terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Surabaya. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju Kantor DPRD Surabaya di Jalan Yos Sudarso untuk prosesi penghormatan terakhir.
Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi almarhum yang dikenal sederhana dan konsisten memperjuangkan pembangunan Kota Pahlawan melalui jalur legislatif.
Baca Juga: Syaifuddin Zuhri Gantikan Almarhum Adi Sutarwijono Jabat Ketua DPRD Surabaya
Prakoso, simpatisan PDI Perjuangan Rungkut kepergian Adi Sutarwijono pukulan telak baginya. Ia tidak mengirah mas Awi sapaan Adi Sutarwijono pergi selama lamanya meninggalkan warga dapil 3, khususnya Rungkut Barata.
“Iya, kami atas nama pribadi maupun warga Rungkut Surabaya,turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya orang tua sekaligus teman diskusi kami. Beliau pejuang politik yang luar biasa dari Kota Surabaya, yaitu Mas Awi atau Pak Adi Sutarwijono,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, meskipun dalam perjalanan politik kerap terdapat perbedaan pandangan, almarhum tetap menjunjung tinggi nilai persatuan.
Baca Juga: Anas Karno Resmi Duduki Kursi DPRD Surabaya Lewat PAW
“ Tetapi satu hal yang luar biasa dari beliau adalah selalu menjaga persatuan dan kesatuan, serta memandang perbedaan sebagai hal biasa dalam organisasi,”pungkasnya.
Adi Sutarwijono lahir di Blitar, 4 Agustus 1968. Ia menempuh pendidikan di FISIP Universitas Airlangga dan pernah berkarier sebagai jurnalis di Harian Surya sebelum menapaki dunia politik. Almarhum wafat pada Selasa malam, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB di Jakarta.(pn2)
Editor : Wasi