pusaran.net - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan sepanjang 2025. Total penumpang mencapai 6.057.816 orang, naik sekitar 3 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 5.864.312 pelanggan.
Capaian ini menegaskan peran strategis kereta api sebagai moda transportasi andalan masyarakat Jawa Timur.
Baca Juga: KA Barang Aksa Cargo Anjlok di Pasar Turi, Warga Kaget Suara Dentuman
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan KAI, sekaligus bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan perjalanannya menggunakan kereta api. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun 2026,” ujar Mahendro, Selasa (13/1/2026).
Menurut Mahendro, KAI Daop 8 Surabaya secara konsisten mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang. Berbagai upaya peningkatan layanan terus dilakukan, mulai dari pembaruan sarana dan prasarana, peningkatan fasilitas stasiun, hingga optimalisasi pelayanan operasional.
Baca Juga: Layanan Lost & Found KAI Pulihkan 1.839 Barang Senilai Rp1,26 M
Pertumbuhan jumlah penumpang juga ditopang oleh keandalan perjalanan, ketepatan waktu, serta peningkatan kualitas layanan pelanggan. Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan angkutan penumpang.
“Kami terus menjaga standar keselamatan dan ketepatan waktu sebagai fondasi layanan. Di sisi lain, inovasi juga kami dorong untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis,” jelasnya.
Memasuki 2026, KAI Daop 8 Surabaya menargetkan rata-rata volume penumpang harian 19.415 orang. Target tersebut akan dicapai melalui evaluasi dan pengembangan layanan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kereta, Kota, dan Kepercayaan yang Terus Bergerak
Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya optimistis dapat terus meningkatkan kinerja angkutan penumpang serta menghadirkan transportasi publik yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing guna mendukung konektivitas masyarakat Jawa Timur.
“Kami akan terus berbenah dan berinovasi agar kereta api tetap menjadi pilihan utama transportasi masyarakat,” pungkas Mahendro. (*)
Editor : Wasi