Kolaborasi IAI–Mastren, Bangunan Pesantren Tak Lagi Asal Jadi!

avatar pusaran.net

pusaran.net - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan lingkungan Pondok Pesantren di seluruh Indonesia. Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Masyarakat Pesantren Nasional (Mastren) untuk bersinergi meningkatkan kualitas bangunan pesantren, terutama dalam aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan akses.

Kerja sama ini berawal dari kolaborasi profesi arsitek dan ahli konstruksi dalam Deklarasi Mastren di Jawa Timur pada Oktober 2025. Kini, langkah tersebut meluas ke tingkat nasional sebagai upaya memperkuat keandalan dan keberlanjutan infrastruktur pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

Baca Juga: Menko PM: Groundbreaking Al-Khoziny Dorong Transformasi Pesantren

Ketua Umum IAI, Ar. Georgius Budi Yulianto, IAI, AA, bersama Ketua Syuriah Mastren, Dr. KH. Muchlin Muhsin, S.Pd., M.H, sepakat bahwa pembangunan pesantren perlu mendapat pendampingan dari tenaga profesional yang kompeten di bidang arsitektur dan teknik.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, jajaran Pengurus Nasional IAI dan Mastren juga melakukan audiensi ke Kantor Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Dalam pertemuan tersebut, mereka diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal PII, Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ASEAN Eng., ACPE., APEC Eng.

Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Kasus Pencabulan di Ponpes Bangkalan

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman bersama untuk memperluas jangkauan kolaborasi ke seluruh provinsi, guna memastikan pembangunan infrastruktur pesantren yang laik, aman, dan berstandar nasional.

“Kolaborasi lintas profesi ini adalah bentuk nyata wakaf profesi bagi umat,” tegas Georgius dalam rilisnya, Kamis (13/11/2025)

Baca Juga: Atap Kamar Santri di Ponpes Situbondo Ambruk Tengah Malam

Sementara itu, pihak Mastren menilai bahwa kehadiran para ahli dari berbagai disiplin ilmu akan memperkuat pondasi pembangunan pesantren, tidak hanya secara fisik tetapi juga dalam aspek keberlanjutan dan keselamatan santri.

 

Berita Terbaru