pusaran.net - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana mengaku terkejut melihat tingginya angka perceraian di Sidoarjo. Temuan itu berdasarkan hasil sidak di Mall Pelayanan Publik (MPP) jalan Lingkar Timur.
Saat bertanya kepada petugas, Mimik Idayana mendapatkan informasi bahwa rata-rata 80 orang datang setiap hari untuk mengurus perceraian
Baca Juga: Program MBG, Terobosan Strategis Pemerintah Atasi Masalah Gizi
“Saya kaget, kok banyak kasus perceraian di Sidoarjo,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Mimik, kedepan perlu adanya pendampingan bagi calon pengantin agar tidak ada perceraian. "Sebanyak 80 sampai 90 setiap hari ajukan gugat cerai di Pengadilan Agama Sidoarjo. Angak itu, sangat luar biasa. Artinya perlu adanya pelatihan kemandirian bagi calon pengantin,"tambahnya.
Baca Juga: Surabaya Jadi Role Model Pengelolaan Anggaran dan Pajak Daerah
Berdasarkan data Pengadilan Agama Sidoarjo, sepanjang Januari hingga November 2024, tercatat 4.615 pengajuan cerai.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.397 pasangan resmi bercerai, sementara sisanya berhasil mempertahankan pernikahan setelah melakukan mediasi.
Baca Juga: Menko PM: Groundbreaking Al-Khoziny Dorong Transformasi Pesantren
Sebagian besar penyebab perceraian dipicu oleh konflik dalam rumah tangga. Namun, yang lebih mengkhawatirkan, judi online menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya angka perceraian di Sidoarjo.(pn2)
Editor : Wasi